Feeds:
Posts
Comments

ENTREPRENEUR MENDALAMI FAKTOR KUNCI ORGANISASI DALAM STRATEGI DAUR HIDUP ORGANISASI

PENDAHULUAN

Organisasi sebagai alat dalam arti abstrak untuk merealisir, apa yang menjadi keputusan starategik yang ditetapkan, maka mau tidak harus mengikuti atas perubahan lingkungan yang digerakkan oleh kekuatan kepemimpinan untuk hidup dan bertahan dalam abad 21, oleh karena itu, organisasi sebagai alat  dimanifestasikan terutama dalam hubungan dua faktor yang disebut dengan fleksibilitas disatu sisi dan disisi lain adalah dapat tidaknya dikontrol.

Hal itu laksana perbedaan antara seorang bayi dan orang yang lebih tua. Bayi itu sangat fleksibel dan dapat memasukkan jari kakinya kedalam mulutnya, namun gerakan-gerakan dan perilakunya agak sulit dikontrol. Dengan meningkatnya usia kita akhirnya seseorang yang lebih tua juga akan kehilangan sifatnya yang dapat dikontrol.

Jadi ukuran dan waktu bukanlah penyebab pertumbuhan dan menjadi tua seolah-olah perusahaan yang besar dengan tradisi yang lama disebut tua, sedangkan perusahaan yang kecil tanpa tradisi disebut muda. Muda berarti organisasi itu dapat berubah dengan relative mudah, tua berarti adanya perilaku yang dikontrol namun tidak fleksibel.

Oleh karena itu, suatu organisasi dalam abad 21, haruslah dibangun sebagai organisasi yang memiliki sifat fleksibel dan mudah dikontrol, maka organisasi itu tidaklah terlalu muda atau terlalu tua, tahap ini dinamakan PRIMA dalam daur hidup organisasi. Organisasi dalam keadaan PRIMA, benar-benar diperlengkapi untuk menerima dan menanggapi perubahan yang cepat didalam pasar, teknologi, kompetisi dan kebutuhan pelanggan.

Bertolak dari pemikiran bahwa kunci organisasi yang mampu mendukung daur hidup organisasi kedalam posisi PRIMA yang mampu diremajakan secara berkelanjutan terletak pada faktor fleksibilitas dan kontrol, oleh karena itu pemilihan model struktur organisasi sangat menentukan.

Dalam pemilihan, walaupun suatu model struktur dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang telah dipahami, menyangkut hal-hal yang terkait dengan 1) pembagian tugas ; 2) pendelegasian wewenang ; 3) disiplin ; 4) kesatuan perintah ; 5) Kesatuan arah ; 6) Rentangan pengawasan ; 7) Koordinasi ; 8) Jenjang organisasi ; 9) Sentralisasi ; 10) Inisiatif ; 11) Budaya.

KEEFEKTIFAN DAN PENDEKATAN

Untuk menerapkan pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dijelaskan secara singkat yang terkait dengan :

Keefektifan organisasi :

Tidak ada satu difinisipun yang dapat merumuskan untuk mengungkapkan yang dimaksud dengan keefektifan organisasi. Oleh karena itu dalam teori organisasi memberikan jawaban lain terhadap pertanyaan “apa yang membuat organisasi effektif ?” Jawabannya adalah struktur organisasi yang tepat dimana didalamnya termasuk bahwa cara kita menempatkan orang serta pekerjaannya dan menetapkan peran serta hubungan mereka.

Bertolak dari pikiran diatas, maka keefektifan organisasi akan didukung oleh kekuatan kebiasaan pikiran yang terkait dengan 1) Organisasi digerakkan oleh manusia dalam melaksanakan pekerjaan sejalan dengan sasaran dan rencana ; 2) Bentuk mengikuti fungsi  ; 3) Keputusan dibuat dekat sumber informasi ; 4) Sistem penghargaan ; 5) Komunikasi horizontal dan vertical ; 6) Menghindari konflik individu dan atau kelompok ; 7) Membangun organisasi system terbuka ; 8) Organisasi berintraksi dengan lingkungan ; 9) Ada nilai kebersamaan yang didukung strategi manajemen ; 10) Kekuatan dalam umpan balik untuk individu dan kelompok sehingga mampu mendorong belajar.

Pendekatan organisasi :

Keyakinan bahwa keefektifan organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut :

1)      Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan pencapaian tujuan ketimbang caranya.

2)      Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.

3)      Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah kemampuan untuk membayar hutang.

4)      Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik)

ILMU ORGANISASI DAN FAKTOR PENENTU

Ilmu organisasi yang menjelaskan mengenai  organisasi yang mengungkapkan macam, bentuk dan tipe organisasi dapat anda pelajari dari beberapa penulis yang banyak dapat kita ketemukan dan dipergunakan sebagai informasi.

Dalam praktek yang perlu kita pahami adalah tiap teori dan dalam praktek tidak menjamin pilihan atas satu model yang tidak siap mengungkapkan dampak pengaruh perubahan yang rumit dan komplek sehingga prinsip-prinsip organisasi tidak dapat dijalankan secara konsisten karena ketidak mampuan memecahkan hal-hal yang terkait dengan kepentingan individu, kelompok dan organisasi.

Dalam praktek, menurut bentuk yang banyak diterapkan, apa yang disebut dengan 1) Organisasi staff ; 2) Organisasi garis ; 3) Organisasi fungsional ; 4) Organisasi staff dan garis ; 5) Organisasi garis dan fungsional ; 6) Organisasi fungsional dan staff ; 7) Organisasi garis, fungsional dan staff ; 8) Organisasi panitia.

Dari pengalaman juga memberikan gambaran bahwa bentuk organisasi tersebut diatas yang bersifat abstrak dan menjadi konkrit digerakkan oleh manusia tidak mampu menjamin dalam menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.

Kekuatan kebiasaan pikiran dalam mendorong tuntutan perubahan akan sjalan dengan kemampuan untuk memahami atas dimensi sebagai komponen dari struktur organisasi yang dapat diibaratkan sebuah kursi yang berkaki tiga dimana tanpa satu kaki, maka ia tidak berfungsi. Dalam hal ini dipahami apa yang disebut dengan :

Pertama, disebut dengan Kompleksitas :

Merujuk kepada tingkat diferensiasi yang terdapat dalam organisasi, maka terdapat tiga bentuk dengan karekteristik, apa yang disebut dengan:

Pertama adalah Horizontal yang menunjukkan adanya diferensiasi dari unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang dilaksanakannya serta tingkat pendidikan dan pelatihannya ;

Kedua adalah Vertical, merujuk kepada kedalam organisasi, berarti menunjukkan banyak atau sedikitnya tingkatan, jumlah tingkatan ditentang olh rentang kendali ;

Ketiga adalah Spasial merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi berdasarkan geografis.

Kedua, disebut dengan Formalisasi :

Merujuk pada tingkat sejauh mana pekerjaan dalam organisasi distandarisasi dalam bentuk peraturan, proseur, instruksi dan komunikasi tertulis, itu berarti seluruh aktivitas dituangkan dalam manual organisasi administrasi seperti manual akuntansi, personalia,, pemasaran, pembelian.

Ketiga, disebut dengan Sentralisasi :

Sentralisasi dinyatakan sebagai tingkat sejah mana kekuasaan formal dapat membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan dikonsentrasikan pada individu, unit atau suatu tingkat.

Tingkat kontrol yang dipunyai seseorang dalam seluruh proses keputusan melalui langkah-langkah sebagai brikut 1) Mengumpul informasi sebagai dasar pengambilan keutusan ; 2) Memproses dan menginterprestasikan informasi sebagai dasar saran yang akan disampaikan ; 3) Membuat pilihan mengenai apa yang hendak dilakukan ; 4) Memberikan wewenang kepada orang lain mengenai apa yang hendak dilaksanakan ; 5) Melaksanakannya.

Bila tingkat kontrol dapat dilakukan dengan cermat, maka kemungkinan proses pengambilan keputusan akan disentralisasikan. Ini berarti memberikan tanggapan yang cepat terhadap informasi yang baru, masukan yang lebih banyak, memotivasi para manajer untuk terlibat dalam pengambilan kputusan.

Oleh karena itu, kebutuhan organisasi yang mampu membangun satu kekuatan yang mendorong daya kemauan setiap pemain dalam semua peran agar mampu memupuk kebiasaan kekuatan pikiran kedalam kebiasaan yang produktif, sehingga setiap pemain peran akan selalu siap menghadapi dari setiap perubahan.

Jadi pada organisasi dalam skala kecil, menengah dan besar haruslah bermula dengan satu pemikiran dengan melihat masa lalu, masa kini dan juga dengan suatu pemikiran jauh melihat kedepan bahwa pemilihan yang terkait dengan macam, bentuk dan tipe organisasi menjadi suatu keputusan yang bersifat strategik, sehingga perlu mendalami hal-hal penentu yang terkait dalam membangun struktur yang bersifat fleksibel dan mudah dikontrol yaitu yang terkait dengan apa yang disebut strategi, besaran organisasi, teknologi, lingkungan dan pengendalian kekuasaan.

Strategi :

Menentukan struktur bertitik tolak dari keputusan strategic dan oleh karena itu ia merupakan determine yang dominant karena ia memberikan gambaran persfektif dengan arah jangka panjang dan memberikan arah posisi kedalam jangka menengah.

Besaran organisasi :

Besaran organisasi merujuk kepada variable dan jumlah total pegawai, karena manusia serta intrasaksinyalah yang terstruktur sehingga mereka harus dihubungkan dengan struktur.

Teknologi :

Tekologi merujuk kepada informasi, peralatan, teknik dan proses yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran.

Lingkungan :

Ketidakpastian lingkungan yang dihadapi oleh berbagai macam organisasi, maka rancangan structural dapat dipergunakan sebagai alat dalam menghadapi tantangan atas lingkungan.

Pengendalian kekuasaan :

Bahwa sebuah struktur organisasi kapanpun adalah merupakan hasil pilihan oleh mereka yang memiliki kekuasaan sampai tingkat maksimum tertentu akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan control mereka.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan pemikiran diatas, diperlukan pemikiran sebagai langkah penggerak dari kekuatan kebiasaan pikiran bahwa apa yang diungkapkan dibawah ini merupakan pemikiran dalam merancang suatu struktur formal sebagai langkah-langkah dalam menggerakkan kekuatan pikiran sebagai pendorong sebagai berikut :

  • Pondasi meletakkan bagaimana fungsi-fungsi organisasi :

1)     Pondasi dalam meletakkan bagaimana fungsi-fungsi organisasi. Dalam hal ini yang perlu mendapatkan perhatian mengenai mekanisme koordinasi yang disebut dengan mutual adjustment, direct supervision, standardization of work processes, standardization of outputs, standardization of skills.

2)     Merumuskan bagian-bagian dasar dalam organisasi kedalam apa yang disebut the operating core (para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhungan dengan produki dari produk dan jasa), the strategic apex (manajer tingkat puncak, yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi itu), the technostructure (para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi), the support staff (orang-orang yang mengisi unit staf yang memberikan jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi)

3)     Merumuskan organisasi sebagai suatu sistem alur, apa yang disebut dengan organisasi sebagai suatu sistim kekuasaan formal, organisasi sebagai sistim alur pengaturan, organisasi sebagai suatu sistim komunikasi informal, organisasi sebagai suatu sistim konstilasi kerja, organisasi sebagai sistim adhoc proses keputusan.

  • Analisis terhadap rancangan parameter :

Suatu rancangan structural dimulai untuk menanggapi issu-issu dasar yang berkaitan seperti pertanyaan 1) Berapa banyak tugas-tugas seharusnya dimasukkan pada posisi dalam organisasi dan bagaimana spesialisasi pada tiap tugas diadakan ? ; 2) Seberapa luas makna kerja pada tiap posisi distandarisasi ? ; 3) Keterampilan dan pengetahuan apa yang seharusnya diperlukan pada tiap posisi ? ; 4) Atas dasar apa seharusnya posisi-posisi dikelompokkan kedalam unit  dan unit-unit kedalam unit yang lebih besar ? ; 5) Seberapa besar seharusnya keberadaan tiap unit, berapa banyak individual seharusnya melapor kepada manajer yang ditetapkan ? 6) Mekanisme apa seharusnya didirikan untuk menghubungkan penyesuaian kebersamaan diantara posisi-posisi dan unut-unit ? 7) Seberapa jauh kekuasaan pembuatan keputusan seharusnya dideligasikan kepada unit-unit lini manajer kebawah rantai kewibawaan ? 8) Seberapa jauh kekuasaan keputusan seharusnya melewati dari manajer lini kepada spesialis staff dan operator ?

Dengan mendalami issu-issu tersebut, maka rncangan struktur dapat disusun kedalam pengelompokan sebagai berikut :

Kelompok :                             Parameter dsain :                                             Keterkaitan konsep :

Disain posisi                            1. Spesialisasi pekerjaan                                        Dasar divisi tenaga kerja

2. Formalisasi perilaku                                          Standarisasi isi kerja

3. Pelatihan dan indoktrinasi                               Sistim pengaturan alur2

Standarisasi keterampilan

Disain superstruktur           4. Pengelompokan unit                                           Supervisi langsung

Divisi adm. Tenaga kerja

Sistim2 dari  formal, pengaturan alur,

komunikasi informal, dan

konstilasi kerja,  Organigram.

5. Ukuran unit                                                             Sistim dari komunikasi informal.

Supervisi langsun Rentang kendali.

Disain keterkaitan-

Keterkaitan lateral               6. Sistim2 perencanaan                                            Standarisasi output

Dan control                                                               Sistim pengaturan alur2

7. Laisen device                                                             Penyesuaian kebersamaan

Sistim kom. Informal Konstilasi kerja, dan

Adhoc proses keputusan

Disain sistim                          8. Desentralisasi vertical                                           Divisi adm. Tenaga kerja

Sistim2 dari kekuasaan

Formal, pengaturan alur2

Dan adhoc pros.keput.

9. Desentralisasi horizt.                                            Divisi adm tenaga kerja

Sama dg diatas. …

  • Analisis faktor-faktor kontengensi :

Struktur organisasi yang effektif akan menunjukkan hubungan antara struktur dengan prestasi berdasarkan hasil studi-studi yang menyimpulkan dalam dua hiphotesa yaitu pertama hiphotesa keharmonisan artinya struktur yang effektif memecahkan suatu hubungan yang baik antara faktor-faktor kontingensi dan rancangan parameter-parameter atau dengan kata lain keberhasilan mendasain organisasi dimana strukturnya sesuai dengan situasinya. Kedua apa yang disebut dengan hiphotesa konfigurasi  artinya struktur yang effektif memerlukan konsisten internal diantara rancangan parametr-parameter.

Alur dari situasi ke struktur dan dari faktor kontengensi ke rancangan parameter, maka dismpulkan variable-variabel independent, intermediate dan dependent dengan ulasan sebagai berikut :

Independent (contingency) variables mencakup :

1) Pengaruh umur dan ukuran kedalam apa yang disebut dengan hiphotesa pertama organisasi yang lebih tua, lebih diformalisasikan perilakunya ; kedua struktur merefleksi umur yang melahirkan industri ; ketiga organisasi yang iversifikasi, kecenderungan tugasnya, lebih diferensiasi unit-unitnya dan lebih dikembangkan komponen administrasinya ; keempat, organisasi lebih besar, lebih besar size rata-rata unitnya ; kelimaorganisasi yang lebih besar, lebih diformulasikan perilakunya.

2) Sistem teknis bahwa teknologi merupakan faktor yang besar pengaruhnya dalam merancang struktur organisasi. Teknologi merujuk kepada informasi, peralatan, teknik dan proses yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran.

3) Lingkungan, yang dimaksudkan disini adalah segala sesuatu yang berada di luar organisasi bisa berbentuk barang-barang, kondisi-kondisi atau pengaruh-pengaruh. Dimensi lingkungan dapat menunjukkan dari keadaan stabil menjadi dinamik, dari sederhana menjadi komplek, dari intergrasi menjadi diversifikasi, dari bersama menjadi berlawanan. Lebih lanjut dapat dilukiskan bahwa pertama, lebih dinamik lingkungan, lebih organic struktur ; kedua, lingkungan yang lebih komplek struktur lebih disentralisasi ; ketiga, organisasi pasar yang lebih diversifikasi, kecenderungan lebih besar dan ekstrim dalam lingkungannya mendorong tiap organisasi menjadi sentralisasi strukturnya sementara ; kelima,disparitas dalam lingkungan endorong organisasi menjadi disentralisasi secara seelektif menjadi konstilasi kerja yang diverensiasi.

Jadi terdapat empat dasar lingkungan yang berhubungan dengan organisasi akan menggambarkan bahwa 1) Komplek dan stabil menggambarkan disentralis birokratik (standarisasi keterampilan) ; 2) Komplek dan dinamik menggambarkan disentralis organic (penyesuaian bersama) ; 3) Sederhana dan stabil menggambarkan sentral birokratik (standarisasi proses kerja) ; 4) Sederhana dan dinaik menggambarkan sentral organic (supervise langsung).

4)     Kekuasaan, dalam hal ini dasar pemikiran bahwa merancang struktur harus memperhatikan kekuasan kedalam pikiran sebagai penggerak dengan dasar pemikiran :

Pertama, control eksternal yang lebih besar dari organisasi, strukturnya lebih sentralisasi dan diformulasikan. Sejalan dengan itu akan terdapat dampak bahwa disatu sisi akan menunjukkan keterakitan antara keputusan yang diambil oleh pimpinan puncak dengan tindakannya dan disisi lain menekankan kejelasan perumusan standard mengenai hal tersebut (keputusan dan tindakan) ;

Kedua, kekuasaan memerlukan dari para anggota menciptakan struktur sentralisasi yang tidak berlebihan. Sejalan dengan itu kepada anggota untuk menjaga agar kekuasaan sejalan dengan tindakan yang harus dapat dipertanggung jawabkannya.

Ketiga, struktur yang dapat dipertanggung jawabkan pada suatu ketika kadang-kadang menunjukkan keadaan yang tidak memuaskan artinya suatu struktur bisa saja diterima  oleh satu pihak dan belum tentu bisa diterima oleh pihak lainnya.

  • Konfigurasi Struktural :

Dengan memperhatikan fungsi-fungsi organisasi, analisis disain parameter-parameter analisis faktor –faktor kontigensi, maka konfigurasi structural yang pada umumnya dan banyak digunakan, apa yang disebut dengan 1) Struktural sderhana ; 2) Birokrasi mesin ; 3) Birokrasi professional ; 4) Struktural divisional ; 5) Adhocracy.

Struktur Sederhana :

Struktur ini dipergunakan pada permulaan dimana organisasi masih kecil, berada pada lingkungan yang sederhana dan dinamis sehingga dapat dikatakan memasuki tahap prmulaan perkembangan dan biasanya pemilik atau pendiri ingin agar kekuasaan masih disentralisasi sehingga seluruh kekuasaan dalam pengambilan keputusan atas seluruh tindakan berada dalam tangannya.

Birokrasi Mesin :

Ini menunjukkan organisasi menjadi besar tapi dengan lingkungan yang sederhana dan stabil sehingga memperlihatkan teknologi yang terdiri atas pekerjaan yang rutin dan distandarisasi, maka tidak heran peraturan yang sangat diformalisasi, tugas dikelompokkan ke dalam departemen-departemen fungsional, wewenang yang disntralisasi, pengambilan keputusan yang mengkuti rantai komando dan sebuah struktur administrasi yang rumit dengan perbedaan tajam antara aktivitas lini dan staf.

Birokrasi Profesional :

Birokrasi professional merupakan suatu truktur yang memberikan kesempatan dalam organisasi untuk memanfaatkan tenaga pesialis yang sangat terlatih bagi operating core-nya agar dapat meningkatkan effesiensi dan standarisasi dengan desentralisasi. Jadi model ini sebenarnya merupakan birokrasi mesin untuk organisasi dengan ukuran besar, lingkungan yan stabil dan komplek dan teknologi rutin yang diinternalkan lewat profesionalisme.

Struktural Divisional :

Pada dasarnya banyak kesamaannya dengan birokrasi mesin, dimana struktur dengan strateginya yang menekankan pada keanekaragaman dari produk dan pasar sehingga divisi-divisi tersebut cenderung untuk diorganisasi k dalam kelompok fungsional dengan pembagian kerja  yang tinggi, formalisasi yang tinggi dan wewenang yang disentralisasikan pada manajer divisi. Jadi divisionalisasi hanya mungkin jika sistim teknis dari organisasi dapat dipisahkan secara effesien kedalam segmen-segmen yang terpisah dengan lingkungan tidak komplek dan tidak dinamis.

Adhocracy :

Struktur ini bercirikan diferensiasi horizontal yang tinggi, diferensiasi vertical yang rendah, formalisasi yang rendah, desentralisasi, fleksibilitas dan daya tanggap yang tinggi. Pilihan ini dipilih bila manajemen menyadari bahwa strategi yang beraneka ragam, atau berisiko tinggi atau teknologi itu tidak rutin dan lingkungannya dinamis serta komplek. Struktur ini lebih menekankan dalam proses pengambilan keputusan yang didesentralisasi sehingga bergantung pada tim yang terdri dari para professional.

Dapat disimpulkan perbedaan diantaranya dengan memperhatikan disain parameter-parameter dan faktor kontengensi seprti yang diperlihatkan dibawah ini :

Konfigurasi                               Mekanisme                         Bagian dasar                                Bentuk dari

Structural                              koordinasi utama                  organisasi                                  disentralisasi

Struktur                                          Supervisi langsung                  Strategik apex                              Sent. Vert & Horz.

sederha

Birokrasi mesin                            Stand.proses kerja             Technostructure                              Des. Hori.terbatas

Birok.profes.                                   Standarisasi dari                 Operating core                                 Des.Vert & Horiz

Keterampilan

Divisionalisme                                Standarisasi dari                   Midle line                                         Des. Vert.terbatas

Output

Adhocrazy                                       Penyesuaian                              Support staff                                 Des. Selektif

bersama.

PILIHAN, KEPUTUSAN DAN MODEL

Dengan memperhatikan pokok-pokok pikiran yang telah kita ungkapkan pada bagian terdahulu, maka pilihan, keputusan dan model dari pemahaman model struktur formal yang ada (organisasi staff, garis, fungsional, staff dan garis, garis dan fungsional, fungsional dan staff,garis, fungsional dan staff, panitia)dan banyak diterapkan dalam praktek memperlihatkan gambaran keuntungan dan kelemahan dari masing-masing model struktur tersebut menjadi kekuatan untuk mendalami dan memanfaati atas pengembangan dari struktur addocracy yang dipahami, dihayati dan diamalkan menjadi suatu kenyataan yang jarang dimanfaatkan dalam praktek.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kenyataan gambaran dari model struktur tersebut diterapkan tidak mampu mewujudkan kedalam kondisi yang disebut dengan fleksibilitas dan mudah di kontrol, oleh karna itu diperlukan pendalaman untuk merancang hubungan-hubungan yang bersifat lateral dengan kelengkapan alat-alat untuk menyelesaikan kontak-kontak penghubung diantara para individu, maka alat tersebut dapat dimasukkan kedalam struktur formal dengan penjelasan sebagai berikut :

Alat-alat tersebut dapat dibentuk apa yang dinamakan posisi-posisi penghubung, satuan tugas dan komite khusus, intergrasi para manajer dan struktur matrix.

Posisi-posisi penghubung :

Posisi ini tidak memiliki kekuasaan formal tetapi komunikasi yang dibentuknya dapat mempengaruhi atas unit satu ke unit lainnya sebagai media komunikasi sehingga perlu diperhitungkan keberadaan kekuatan informalnya, dan tidak jarang ia dapat melewati jalur vertical  dalam mempertemukan kepentingan antara dua unit. Posisi-posisi penghubung lainnya dapat pula terjadi bergabung dalam kelompok-kelompok staf dan lini yang ada dalam suatu struktur formal.

Satuan tugas dan komite khusus :

Satuan tugas dibentuk bukanlah bersifat permanen, ia terbentuk merupakan satuan yang bertugas untuk menghadapi suatu pekerjaan yang memerlukan penyelesaian mendesak, jadi sifatnya sementara pada struktur fungsional yang dipergunakan. Sebaliknya komite khusus menggambarkan pengelompokan interdepartemental yang sifatnya lebih permanen sebagai alat penghubung karena secara reguler pertemuan yang diadakan lebih menekankan diskusi yang menyangkut issu-issu kepentingan umum.

Intergrasi para manajer :

Terjadi bila banyak koordinasi berdasarkan penyesuaian kebersamaan, maka diperlukan apa yang disebut intergrasi para manajer sebagai alat penghubung dari bentuk yang sebelumnya telah diutrakan diatas. Walaupun kekuatan formal yang ada pada intergrasi para manajer sebagai alat penghubung dapat melewati mempengaruhi departemental yang berkaitan aspek proses keputusan tidaklah berarti ia memiliki suatu kekuasaan formal.

Melaksanakan pekerjaan dari intergrasi para manajer bukanlah sesuatu yang mudah, kesilitan yang utama menyangkut mempengaruhi perilaku individual adalah sesuatu yang tidak berlandaskan kepada kekuasaan formal karena itu, ia terlibat dalam proses keputusan tapi tidak dalam pngambilan keputusan itu sendiri.

Struktur-struktur matrix :

Interdepedensi merupakan faktor yang sangat sulit diselesaikan dari berbagai basis dasar dalam pengelompokan. Pemecahan masalah tersebut dapat ditempuh dengan konsep struktur yang berjenjang, konsep struktur staff dan lini dan terkait dengan konsep alat-alat penghubung. Diantara alat penghubung  yang telah diuraikan diatas, maka struktur matrix sebagai cara yang lebih mendekati cara untuk menyelesaikan dari alat-alat penghubung yang lainnya.

Struktur matrix merupakan pendekatan yang dapat menghilangkan apa yang disebut dengan prinsip dari kesatuan komando yaiyu dengan cara ini, maka masalah yang berkaitan dengan interdepedensi dapat diselesaikan dengan menciptakan apa yang disebut dengan keseimbangan kekuatan formal dimana melalui pembentukan struktur matrix yang dapat berbentuk permanen dan atau berbentuk yang bergerak.

Bentuk permanen bila tingkat interdepedensi kurang lebih stabil yang menunjukkan hasil dan apa yang dikerjakan unit dan orang yang berada didalamnya. Sedangkan bentuk yang bergerak dipergunakan untuk kerja proyek. Akhirnya bentuk struktur matrix, kelihatannya menjadi alat lebih efektif untuk pengembangan aktivitas-aktivitas baru dan untuk koordinasi yang komplek dengan tintingkat interdepedensi yang beragam.

PENUTUP

Faktor kunci organisasi dalam strategi daur hidup organisasi, bila dipandang dari sudut abstrak yang menggambarkan sebagai alat untuk mewujudkan keputusan strategik dan menjadi sesuatu yang konkrit dengan digerakkan oleh sumber daya manusia yang ada.

Pilihan dan keputusan yang harus mampu digerakkan oleh peran kepemimpinan adalah mendorong untuk meningkatkan daya kemauan agar mampu setiap pemain peran agar memiliki kemampuan untuk mengelola hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut dengan :

1) perubahan lingkungan ;

2) perubahan organisasi ;

3) perubahan yang diakibatkan adanya konflik ;

4) perubahan budaya organisasi ;

5) perubahan dalam evaluasi organisasi.

Dengan meningkatkan kemampuan mengelola hal-hal yang disebut diatas berarti adanya daya kemauan peran kepemimpinan untuk mendorong dalam :

1) menghilhamkan kekuatan pikiran kedalam wawasan bersama ;

2) membentuk kebiasaan pikiran agar setiap pemain peran berani membuat keputusan bertindak ;

3)  menjadi penunjuk jalan ;

4) mendorong atas pemberdayaan kekuatan berpikir yang metodis dan non-metodis

Struktur organisasi  dalam posisi yang selalu prima dan berkelanjutan sebagai keputusan yang strategik yang mampu mengamalkan hal-hal yang disebut diatas kedalam model struktur yang mengkombinasikan struktur lini, fungsional dan matrik sebagai perluasan pemikiran dari struktur adhocracy seperti yang diperlihatkan dalam gambar dibawah ini.

PENDAHULUAN

Tulisan ini kami tujukan kepada pembaca dengan harapan menjadi inspirasi untuk memasuki dunia kewiraswastaan dalam mengadu nasib. Cobalah anda renungkan peribahasa sebagai pemicu dalam berpikir seperti “Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam” artinya anak muda hendaklah sabar merindukan sesuatu, orang tua hendaklah sabar menghadapi cobaan.

Dengan pikiran itu, mampukah anda merubah pola pikiran yang membuat hidup anda sejahtera, maka usahakan membangun kebiasaan yang produktif dengan senang membaca dalam menambah wawasan untuk memicu imajinasi anda. Membaca buku tulisan Robert T. Kiyosaki (Business School ; Rich Dad, Poor Dad ; Rich Kid Smart Kid ; The Cashflow Quadrant ; Why We Want You To Be Rich) dapat menjadi daya dorong anda memasuki kewirausahaan untuk memotivasi perubahan berpikir dalam perubahan sikap, untuk itu coba anda renungkan peribahasa “Kalau tidak ada berada, masakan tempua bersarang rendah” artinya kalau tidak ada sebabnya tentu takkan terjadi hal yang luar biasa.

Dengan ungkapan pemikiran diatas, kita berharap diantara anda selalu penuh dengan gagasan besar yang bila digabungkan dengan kekuatan sumber daya satu sama lain terjalin usaha kemiteraan dalam menantang gelombang perubahan untuk memanfaatkan makna “perang internet” Continue Reading »

MOBILE SKY NET

Mobile memberikan peluang dan tantangan bagi pelaku bisnis dan juga pengguna telekomunikasi, teknologi informasi ataupun juga konten. Layar Mobile Hand-Phone menjadi layar ketiga yang menjadi pusat perhatian dunia dalam perubahan penyampaian informasi dan sistem. Generasi pertama telah terjadi melalui layar televisi dan juga layar komputer sebagai generasi kedua. Kelebihan yang tidak dapat dipungkiri adalah Mobile Hand-Phone telah melampaui jumlah komputer sangat besar, dan yang lebih menarik adalah Mobile Hand-Phone selalu berada di tangan pemiliknya.

Perubahan akan terjadi sangat pesat melalui Mobile Hand-Phone, Mobile Skynet sebagai pendatang baru dalam solusi Mobile ini mengambil sebuah langkah strategis untuk memasuki pasar besar ini, yaitu dengan memasuki bidang Mobile Barcode sebagai langkah awal. Karena melalui Mobile Barcode akses informasi dan system akan lebih mudah diakses dibandingkan dengan menggunakan keypad, karena Mobile Hand-Phone saat ini hampir secara umum telah mempunyai kamera yang dapat dipergunakan untuk membaca dan mengenali kode.

Mobile Skynet mempunyai strategi bisnis yang komprehensif untuk mendukung rencana jangka pendek dan juga jangka panjangnya. Tiga strategi utama yang diterapkan secara sistematik yaitu:
• 1. pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan
• 2. kolaborasi dan jaringan kemitraan untuk memperluas pasar dan peluang bisnis mobile
• 3. riset dan pengembangan untuk meningkatkan mutu dan inovasi produk

PRODUK DAN JASA

Mobile web browsing akan menjadi platform Internet yang sangat dominan di masa depan. Perusahaan atau organisasi yang sangat dipengaruhi oleh pelanggan atau kustomer mempunyai Mobile Website menjadi satu keharusan.

Agar supaya Mobile website ini dapat berkerja dengan baik dalam Hand-Phone, situs harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh W3C untuk Mobile. Karena keterbatasan dari ukuran layar, situs yang telah ada sekarang perlu diubah ke dalam Mobile website yang lebih bersesuaian. Situs Internet saat ini dapat dilihat melalui PC atau notebook yang memang mempunyai ukuran layar yang cukup besar, dan juga kemampuan proses komputasi dan kecepatan yang lebih baik. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Salah satu usaha membangun kehidupan berbangsa sangat pula ditentukan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha masyarakat yang secara sadar mampu mengubah sikap dan perilaku dalam proses apa yang kita sebut mengintergrasikan niat kepentingan kemiteraan sebagai salah satu mengangkat derajat manusia.

Kita menyadari sepenuhnya membangun suatu kebiasaan baru bukanlah sesuatu yang gampang untuk dilaksanakan, disitulah letak kunci bagaimana sebaiknya kita mengungkit kekuatan berpikir baik secara methodis (otak dan hati) maupun secara non-methodis (hati).

Continue Reading »

Jabar Craft Center

JABAR CRAFT CENTER (JCC)

GEDUNG JABAR CRAFT CENTER adalah Pusat Promosi dan Informasi produk-produk kerajinan Jawa Barat di Gedung JCC ini ditampilkan berbagai macam produk kerajinan hasil karya para perajin dan seniman yang berasal dari seluruh Kabupaten / Kota di Jawa Barat, serta produk yang dihasilkan oleh maestro Jawa Barat.

Continue Reading »

1
Continue Reading »

PENDAHULUAN

Dibawah ini akan diuraikan secara singkat faktor-faktor sebagai kekuatan yang dapat menjadi pemicu agar pelaksanaan organisasi pembelajaran merupakan keputusan strategik yang sejalan dengan paradigma baru dalam gelombang abad ke 21 ini yang komplek dan ketidak pastian, seperti yang kita sebutkan dibawah ini :

Ekonomi global dalam globalisasi dunia tanpa batas :

Era industri telah ditinggalkan oleh zamannya, muncul era baru yang disebut dengan era informasi akan tetapi memasuki abad ke 21 terus tumbuh dan berkembang yang sejalan dengan abad baru itu yang disebut dengan masyarakat pengetahuan.

Perkembangan masyarakat informasi akan sejalan dalam masyarakat pengetahuan, dan oleh karena itu tidak ada alasan dalam kepemimpinan abad baru atas kebutuh-an akan pelaksanaan organisasi pembelajaran untuk menghadapi tantangan dalam ekonomi global.

Marilah kita menyimak pelajaran manajemen di dalam logika baru pasar global yang diungkapkan oleh Kenichi Ohmae dalam bukunya “The borderless world” yang mengungkapkan dunia tanpa batas dimana kekuatan dan strategi di dalam ekonomi yang saling mengait. Sejalan dengan ungkapan itu, ia mengemukan terdapat lima faktor yang menentukan yang berdampak dalam ekonomi global yang disebutnya dengan 5 C.

Pertama (C)ustomer (pelanggan) sebagai kekuatan mereka yang mulai muncul dimana mereka tidak khawatir untuk mendapatkan produk yang dibutuhkan, yang mereka pedulikan adalah hal yang berkaitan kualitas, harga, desain, nilai dan daya tariknya bagi anda sebagai konsumen. Oleh karena yang menjadi tantangan adalah kemampuan perusahaan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan.

Kedua (C)ompetition (persaingan) sebagai kekuatan penyebaran teknologi dimana teknologi baru menjadi tersedia secara umum dengan lebih cepat, waktu semakin menjadi elemen yang kritis di dalam strategi, walaupun disadari bahwa tidak ada perusahaan yang dapat menyembunyikan semua teknologi kritis dari jangkauan pesaing di seluruh dunia.

Ketiga (C)ompany (perusahaan) sebagi kekuatan untuk bersaing di pasar global akan berdampak untuk menanggung biaya tetap yang membesar seperti halnya pemanfaatan teknologi informasi menjadi biaya tetap dan akan menjadi variabel melalui penyesuaian di dalam tingkat investasi, sedangkan dalam jangka panjang harus ada kemampuan untuk meningkatkan penjualan.

Keempat (C) urrency (mata uang) sebagai kekuatan yang harus dipertimbangkan karena nilai mata uang begitu mudah berubah. Oleh karena itu perusahaan internasional berusaha menetralkan dampak mata uang tersebut.

Kelima (C) ountry (negara) sebagai kekuatan dimana perusahaan berada akan selalu berusaha mendekatkan kepada langganannya sekaligus juga berusaha untuk menetralkan dampak mata uang dan juga kemungkinan proteksionisme. Bagi perusahaan yang benar-benar global yang dapat mencapai “lokalisasi global” yaitu menjadi orang dalam (insider) sebanyak mungkin seperti perusahaan lokal tetapi tetap mencapai manfaatdari operasi sskala dunia.

Pergeseran dalam kekuatan dan perubahan di dalam kelima C ini telah mendorong perusahaan untuk menyebar melintasi perbatasan dengan cara baru.

Kemajuan teknologi web dan aplikasi internet :

Perkembangan teknologi web begitu cepat dan tidak jarang pula istilah Web disamakan dengan Internet, sedangkan kedua istilah itu mempunyai pengertian yang sangat berbeda.

Web merupakan sistem komunikasi baru, dimana teknik hypertext (seperti jaringan sematik terdiri dari node sebagai objek dan link) yang dijadikan sebagai standar yaitu dengan menggunakan bahasa HTML. Sejalan dengan itu pembuatan Web-Server untuk menyampaikan atau mendapatkan informasi kepada atau dari publik telah meningkat secara eksponesial. Oleh karena itu banyak para pengembang teknologi informasi saat ini telah mencoba untuk bisa mengintergrasikan ke dalam Web ini, seperti sistem pakar bisan jalan di Web, Geographi Information System (GIS) bisa diakses melalui Web, dsb.

Jadi Web merupakan sistem komunikasi dan Web dapat dipakai dalam jaringan yang berbeda-beda atau bahkan dapat dipakai dalam seluruh jaringan. Dengan demikian kita dapat merumuskan bahwa “Web (WWW) merupakan sistem informasi dan komunikasi hypertext, yang sangat populer di pakai di jaringan internet dengan komunikasi data yang sesuai dengan model client / server. Web client (browser dapat mengakses multiprotokol dan informasi hypermedia dengan menggunakan alamat-alamt (scheme addressing.

Sejalan dengan kemajuan teknologi web, maka terjadi pula beragam kemajuan orang mengembangan dan memanfaatkan aplikasi interne baik kedalam intranet maupun extranet.

Perkembangan lingkup kerja global :

Fakta telah menunjukkan selama era perang dingin kepada kemungkinan akan adanya “orde dunia baru”, dimana kekuatan-kekuatan nasionalisme dan internasionalisme berjuang untuk menjadi pemenang. Apakah masa depan ada pada PBB yang berpengaruh dan menyebarnya demokrasi dan ekonomi psar global melalui institusi-institusi multilateral seperti General agreement on tariff and trade (GATT) ? Atau akankah ekonomi dunia terpecah-pecah ke dalam blok-blok perdagangan regional yang telah terjadi saat ini seperti Masyarakat Eropah dsb.

Dalam dunia bisnis yang kadang memimpin dan kadang mengikuti politik dalam menjembatani hambatan nasional terhadap ekonomi global, menghadapi ketidakpastian yang besar, sehingga masa depan yang bisa kita lakukan paling-paling adalah menduga-duga apa yang akan datang dari perubahan yang sudah dan sedang terjadi.

Pelajaran yang dapat kita petik dari pengalaman sebelum memasuki abad ke 21 dimana ekonomi, sosial, politik, teknologi menyatu dan muncul ke permukaan untuk mengubah kontur dunia kerja, meninggalkan kita dengan pasar baru, institusi korporat baru untuk melayani pasar itu, dan pekerjaan baru untuk menghasilkan barang-barang baru bagi konsumen baru dunia.

Sejalan dengan uraian diatas, maka terdapat empat garis potong dalam lingkup kerja global yang disebut dengan :

Pertama, Konsumen global dari pasar yang berkembang di Amerika Latin, Eropa Timur, Asia (di luar Jepang) karena keragaman budaya, kebutuhan akan perdagangan bebas, persfektif global.

Kedua, Pengetahuan sebagai produk global dari adanya alih teknologi karena gagasan, proses, informasi dan teknologi maju.

Ketiga, Korporasi global dari persekutuan seluruh dunia karena penciutan / reorganisasi, infrastruktur teknologi, sebarang tempat / waktu, koneksi dengan simpul-simpul kerja.

Keempat, Pekerjaan global dari pengaturan kerja inovatif karena hubungan kerja seumur hidup, kepastian kerja vs. fleksibilitas, pekerja terinformal

• Bertambahnya pengaruh pelanggan :

Ungkapan pelanggan adalah raja karena sikap dan perilakunya sangat menentukan keberhasilan suatu produk yang akan dibelinya karena ia memiliki kekuasaan sebagai raja untuk memilihnya. Pilihan itu didasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sangat menguntungkan dilihat dari hal-hal yang berkaitan dengan apa yang disebut cost, quality, times, services, innovation, customization.

Berdasarkan pertimbangan hal-hal yang disebutkan diatas, selanjutnya timbul pertanyaan “Apakah sebenarnya yang dibeli oleh pelanggan, ketika mereka melakukan bisnis dengan kita ?” Jawabnya, sebenarnya mereka membeli apa yang bisa diperbuat oleh barang dan jasa itu terhadap diri mereka.

Sebagai gambaran, perhatikan ungkapan dibawah ini sebagai harapan pelanggan :

Jangan jual kepada saya baju. Juallah kepada saya, penampilan, gaya dan daya tarik.; Jangan jual kepada saya asuransi, juallah kepada saya ketenangan pikiran dan masa depan keluarga serta masa depan diri saya ; Jangan jual kepada saya rumah, juallah kepada saya kenyamanan, kepuasan, investasi yang baik dan rasa bangga karena memiliki sesuatu. Dsb.

Jadi dari ungkapan diatas, maka perlu anda ketahui bahwa pelanggan hanya mau menukar uang yang telah dicarinya dengan bersusah payah itu hanya untuk dua hal yaitu 1) Rasa senang dan puas : 2) Pemecahan atas masalah. Jadi dengan melaksanakan untuk membangun organisasi pembelajaran merupakan langkah yang terkait dengan cara mengubah pembeli sesaat menjadi pelanggan seumur hidup.

Kepentingan steakholders :

Steakholders sebagai pihak-pihak yang berkepentingan tidak saja pemegang saham , kelompok manajemen, karyawan, tetapi juga pelanggan, pemasok, masyarakat, pemerintah dan lingkungan dalam arti luas, mempunyai kepentingan atas seluruh operasi perusahaan dalam sistem pengelolaannya.

Kelompok manajen saat ini akan mengelola keseimbangan kepentingan dari proses pemanfaatan apa yang disebut dengan economic value added (nilai tambah ekonomis) yang disingkat dengan EVA yang pada mulanya bertumpu kepada kepentingan pemegang saham, tetapi dalam praktek pentingnya memuaskan semua pihak yang punya kepentingan kedalam perusahaan.

Tidaklah mengherankan pada perusahaan dengan kinerja keuangan yang solid, juga berkinerja baik dalam indikator-indikator non keuangan, oleh karena itu maka dalam persfektif nilai adalah unik karena ia menggabungkan semua informasi, termasuk sebagai berikut :

• Penjualan dan pertumbuhan pangsa pasar.

• Kepuasan pelanggan.

• Libilitas produk.

• Hubungan dengan pemasok.

• Produktivitas karyawan dan hubungan karyawan.

• Pajak.

• Peraturan atau tindakan pemerintah.

• Bungan dan pembayaran utang pokok kepada pemberi pinjaman.

• Reputasi dengan bank dan peminjam lainnya.

• Pengembalian pada modal investasi.

Jadi perusahaan yang mengabaikan pihak-pihak yang mempunyai klain atas perusahaan tidak dapat mengantarkan nilai kepada pemegang saham, oleh karena itu pemegang saham adalah penuntut sisa pada perusahaan sebagai penerima akhir.

Perkembangan manajemen pengetauan :

Dengan kemajuan teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan dalam usaha-usaha pengembangan manajemen pengetahuan sebagai suatu disiplin yang mampu memperlakukan modal intelektual sebagai aset yang dikelola, menjadi daya dorong sebagai satu kekuatan kepemimpinan.

Dengan pemikiran diatas maka apa yang disebut dengan intelligence gathering (pengumpulan intelejin) sebagai proses untuk membuat pengetahuan rahasia atau tersembunyi, informasi, data pendapat, pengetahuan mengenai pasar, pesaing, prosfek, influncer dan klien menjadi aset dalam rangka meraih tujuan-tujuan yang telah ditetapkan organisasi.

Oleh karena itu, membangun organisasi pembelajaran dalam mencapai kesuksesan sebagai peaku bisnis, menyadari sepenuhnya hal-hal sebagai berikut :

• Bagaimana memuaskan pelanggan tanpa penggumpulan intelijin.

• Setiap pesaing tidak akan mundur setapakpun untuk membuat pelanggan puas.

• Mentalitas pengumpulan intelijin dalam program pengumpulan informasi..

• Pasar yang dinamis menuntut adanya pengumpulan intelijin.

• Membangun dengan reputasi yang positip sebagai penopang keberhasilan usaha

• Perlunya keteladanan sebagai pigur yang selalu diingat.

• Secara berkelanjutan mengembangkan program pengelolaan pengetahuan.

• Membangun karyawan dengan jati dirinya dalam hubungan dengan pelanggan

• Perlu selalu diingat bahwa pengumpulan intelijin sebagai proses mendidik.

Keragaman dan mobilitas tempat kerja :

Kita harus mampu membayangkan bagaimana komunitas global dimana akan ada suatu tim lintas budaya, lintas fungsional, tersebar secara global, yang akan menjadi pendorong dalam keragaman dan mobilitas tempat kerja.

Situasi tersebut mendorong kita untuk memahami kemungkinan bakal terjadi dalam kominitas global akan kegagalan dan atau keberhasilan karena kita tidak bisa menyatukan pikiran-pikiran yang mempengaruhinya atas faktor penentu sbb.:

• Multi budaya yang mempengaruhi sikap dan perilaku dalam kerja global yang menuntut adanya pola pikiran yang sama untuk menghindari adanya konflik.

• Ketersebaran geografis, dimana dengan adanya bisnis yang tersebar secara geografis memberikan peluang bagi orang-orang yang melepaskan diri dari multi budaya, namun diperlukan perekat dalam berkolaborasi dan koordinasi yang sangat tergantung dari sisi manusia itu sendiri.

• Kreativitas dan inovasi menjadi terbuka dengan kemampuan memanfaatkan teknologi informasi memberi peluang yang sangat terbuka yang luar biasa bagi perusahaan global. Bersama pembelajaran lintas budaya dan keterampilan serta kompetensi yang menghasilkan kerja sama tim yang efektif.

Didalam model organisasi pembelajaran disini terdapat subsistem pusat yang disebut subsistem pembelajaran menjadi penggerak dari subsistem lainnya yang saling terkait yang mencakup :

• Subsistem Pembelajaran

• Subsistem Organisasi

• Subsistem Kepemimpinan

• Subsistem Sumber daya manusia

• Subsistem Pengetahuan

• Subsistem Perubahan

• Subsistem Sistem informasi

Dengan pemahaman model tersebut diharapkan menjadi konsep pe- ngelolaan dalam membangun organisasi pembelajaran untuk mendukung usaha-usaha membangun dan mengembangkan organisasi berbasis pengetahuan. .

Pada tingkatan pembelajaran akan mencakup tingkatan manajemen puncak, menengah, bawah, supervisi dan karyawan dalam meningkatkan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan peran mereka baik kebutuhan individu, kelompok dan organisasi.

Pada bentuk pembelajaran akan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pening-katan kemampuan berpikir methodis dan non methodis kedalam bersikap dan berperilaku adaptasi, antisipasi dan tindakan aksi.

Pada membangun kebiasaan yang efektif dimaksudkan meningkatkan pola berpikir dan bertindak melalui penguasaan pengetahuan yang diperoleh dari informasi dalam kerangka apa yang harus dilakukan dan mengapa ; penguasaan keterampilan yang diperoleh dari pengalaman sendiri dan atau orang lain dalam kerangka bagiamana melakukannya ; penguasaan keinginan yang sejalan dengan individu, kelompok dan organisasi dalam kerangka keinginan melakukan.

Persfektif

Pada strategis persfektif merupakan kerangka organisasi sebagai alat untuk menuangkan keputusan-keputusan strategik sebagai sistem yang mampu beradaptasi terhadap :

• perubahan-perubahan dalam konsep keputusan strategik

• kreativitas individu dan kelompok menjadi inovasi organisasi

• perubahan-perubahan karena faktor internal dan eksternal

• kemajuan teknologi dalam ekonomi global.

Hal-hal yang dituangkan disini bertitik tolak dari pemikiran intusisi, keefektifan, proses pengambilan keputusan, kesamaan budaya dan komitmen bersama.

Posisi

Pada rencana jangka panjang posisi merupakan penjabaran untuk jangka lima tahun kedepan dari strategi persfektif diatas untuk mengarahkan kedalam pemikiran yang terfokuskan, menetapkan prinsip yang sejalan dengan keputusan strategik, menggerakkan perencanaan dan komunikasi kedalam area kunci dan fungsional, menjadi pedoman untuk menyusun rencana jangka pendek, membuat keputusan yang konsisten.

PerformaPada rencna taktis performa merupakan rician aktivitas yang hendak dilaksanakan untuk jangka waktu satu tahun kedalam unit-unit kerja organisasi formal yang sejalan dari pemikiran jangka panjang yang dapat terukur, berdasarkan asumsi data dan analisa sehingga menjadi pemahaman dan komitmen semua pihak sesuai dengan peran yang telah ditetapkan.

Dengan ketiga subsistem tersebut yang disusun secara sistimatis dan konsisten untuk mendukung organisasi sebagai alat agar terbentuk kejelasan kedalam sistem aktivasi agar terpenuhi syarat keefektifan fungsional, fleksibilitas, terjaga dan konsisten serta produktif disatu sisi dan disisi lain akan mencakup sistem informasi dan kontrol dengan jelas sehingga memenuhi pensyaratan kedalam kelengkapan, ketepatan, pemilihan waktu yang tepat, fleksibilitas, alokasi sumber daya yang jelas, terjaga dan konsisten serta produktif.

SUBSISTEM KEPEMIMPINAN

Kolaborasi

Pada kolaborasi akan digambarkan oleh kepemimpinan yang mampu menggerakkan dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan model kolaborasi sebagai pengganti hirarki adalah merupakan tuntutan perubahan bahwa dengan prinsip kolaborasi memberikan ruang gerak atas keyakinan , kebutuhan kebudayaan, tindakan kedalam satu sistem yang terintergrasi atas pengambilan inisiatip, menyiapkan alternatif, melakukan konsultasi, menganalisa, menyiapkan rekomendasi dan berakhir dengan keputusan dalam satu kerangka keseimbangan kepentingan individu, kelompok dan organisasi.

Komitmen

Pada komitmen merupakan hasil kerja hati dengan penghayatan artinya dari sudut batiniah, komitmen merupakan pengorbanan bisa merupakan kata-kata ataupun perilaku yang memperlihatkan yang abstrak tapi konkrit. Itulah satu kenyataan bahwa konsepsi komitmen banyak disalah artikan, tetapi kita menyadari ” a sense of execellent commitment”, maka suatu organisasi akan dapat berfungsi dengan baik, membutuhkan kepercayaan dan saling kedekatan dengan setiap orang yang merasa terikat dalam organisasi akan menunjukkan keberadaan komitmen sebagai prinsip untuk mewujudkan keberhasilan.

Komunikasi

Pada komunikasi mengingatkan kita betapa pentingnya komunikasi sebagai prinsip untuk dihayati kedalam individu, kelompok dan organisasi bahwa suatu gagasan apapun bentuknya tidak ada gunanya sebelum penyampaian kepadanya dan dipahami oleh orang-orang yang hendak berkomunikasi.

Dengan demikian untuk menjadikan komunikasi yang efektif menuntut pengasahan secara terus menerus oleh pemimpin yang menyadari bahwa kepemimpinan akan berhasil bila secara sungguh-sungguh memahami fungsi komunikasi disatu sisi dan disisi lain melaksanakan proses komunikasi, sehingga waktu hidup kita sebahagian besar dipergunakan dalam berpikir untuk menulis, membaca, berbicara dan mendengarkan dalam kerangka hubungan individu, kelompok dan organisasi.

Kreativitas individu

Pada kreativitas individu membutuhkan kekuatan mental sbagai unsur yang sangat menentukan dalam membangkitkan semangat. Dengan semangat dapat tumbuh dan berkembang akan ditentukan oleh kebiasaan dalam mengaktualisasi-kan berpikir ke arah yang positip.

Terasa sulit untuk memulai sesuatu, tapi bila anda memulai dengan mendalami fungsi otak atas sebelah kiri (matematika, angka-angka, lokika, linier, urutan, penilaian, bahasa) dan otak kanan (imajinasi, lamunan, warna, dimensi, ritme) yang memainkan peranan sebagai otak analisis. Kita dapat membayangkan kata-kata dalam lagu merupakan di otak kiri tapi aspek irama musik berada di otak kanan. Otak atas yang kita bicarakan ini hanya memainkan peranan bagian kecil dari kekuatan pikiran, tapi sebaliknya bagian terbesar kekuatan pikiran ada di otak bawah sadar. Oleh karena itu simaklah kekuatan pikiran anda untuk membangkitkan kemampuan berpikir kreativitas anda.

Kreativitas kelompok

Pada kreativitas kelompok sudah tentu akan menjadi lebih baik dari cetusan wawasan dan imajinasi sbagai individu karena kita akan mendapatkan sumber pemikiran yang diciptakan oleh kekuatan pikiran dari kelompok.

Dalam praktek kerja kelompok harus kita bdakan dengan kerja tim karena kerja kelompok adalah kumpulan beberapa individu yang berkumpul berdasarkan persamaan ciri-ciri atau kepentingan yang didorong kemampuan individu yang dapat bekerjasama untuk mendorong mental individu, melahirkan ide / gagasan lebih banyak serta individu lebih dekat dalam berkomunikasi. Sedangkan kerja tim adalah jenis khas kelompok kerja tim yang harus diorganisasikan dan dikelola secara berbeda denjis kelompok kerja lainnya.

Dengan demikian kita mengajak dalam kelompok untuk berpikir secara sadar dan tidak kedalam tindakan persiapan, usaha, inkubasi, pengertian dan evaluasi. Jadi dengan tahapan berpikir itu, pola dan proses kreativitas kelompok menjadi efektif dengan melaksanakan apa yang disebut sumbang saran artinya bahwa sumber untuk melaksanakan aktivitas bertolak dari kebanggaan semua orang yang bergabung dalam kelompok dapat mengaktualisasikan dirinya kedalam sifat sabar untuk dapat melaksanakan rancangan.

Inovasi organisasi

Pada inovasi organisasi yang sukses haruslah didukung dan digerakkan oleh kepemimpinan puncak, yang memiliki tujuan tertentu dan dihasilkan dari analisa, sistem dan kerja keras tim kerja kelompok sebagai satu proses dua langkah artinya pertama inovasi itu sendiri, kedua suatu usaha yang berisiko tinggi untuk mengubah penemuan menjadi suatu produk atau proses yang berpotensi komersil.

Oleh karena itu, pelaksanaannya harus mengikuti prinsip keharusan bahwa 1) harus memiliki tujuan dalam memaksimumkan peluang ; 2) inovator yang terlibat memiliki kemampuan ; 3) kerja yang jelas, sederhana, dan terfokuskan agar semua alokasi sumber dana digerakkan menjadi efesien dan efektif ; 4) inovasi kelompok menjadi inovasi organisasi ; 5) adanya kesinambungan aktivitas berdasarkan orientasi kepemimpinannya bukan semata-mata laba.

Analisa masa depan

Pada analisa masa depan merupakan keterampilan untuk mempergunakan alat pikiran sebagai unsur jiwa yang kita sebut dengan kesadaran (otak atas sebelah kanan) Membangkitkan kesadaran itu adalah dengan jalan kita berpikir artinya kita menyadari benar bahwa seluruh kisaran proses mental yang sadar terjadi karena menggerakkan fungsi otak sebagai alat pikir dan hati sebagai alat menghayati.

Oleh karena mengintergrasikan intuisi dan analisis membentuk pola-pola berpikir biasa (bergaul dengan pengalaman inderawwiah), logis (teknik penalaran untuk dapat menarik kesimpulan yang sah), ilimiah (secara sistimatis, metodis, dan obyektif dalam mencari kebenaran), filsafat (diaklektis yang terarah untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki, intergral, dan universal), theologis (menurut islam artinya corak berpikir qur’ani yang bertujuan untuk mencapai suatu keyakinan bahwa Allah swt adalah wujud Al Haq)

Membangkitkan kesadaran untuk memahami atas analisis masa depan melalui pola-pola atau tren dalam proses berpikir, kita dapat berorientasi, meninjau serta merasakan kemampuan otak untuk memahami diri kita dan menangkap situasi yang berada di dunia luar.

Antisipasi

Pada merespon antisipasi kita melangkah dari memanfaatkan kesadaran menjadi kecerdasan untuk melaporkan kepada kita situasi permasalahan dan hubungan-hubungannya. Jadi dengan kecerdasan (otak atas sebelah kiri) sebagai alat pikir dalam merespon antisipatif menuntun pemahaman atas poses perubahan.

Jadi dengan kecerdasan sebagai alat pikir dan sebagai unsur jiwa dalam menangkap hal-hal yang terkait dengan masa depan, tidak dapat melepaskan diri dari pemikiran dan pengalaman masa lalu, sehingga pengetahuan yang terbentuk olehnya menghasilkan pengetahuan masa sekarang untuk membuka jalan dalam meramalkan masa depan.

Pengambilan keputusan

Pada proses pengambilan keputusan kita memanfaatkan proses berpikir kedalam dua lingkungan yang disebut lingkungan alam sadar (kesadaran / otak atas kanan ; kecerdasan / otak atas kiri) dan alam bawah sadar atau otak bawah sadar yang berpusat di hati.

Dengan otak bawah sadar yang kita sebut dengan akal menjadi hasil kerja hati dengan penghayatan yang juga kita sebut dengan intuisi sehingga dalam proses berpikir dimana dengan akal itu akan menunjukkan dimana letak bahaya, bagaimana ia dapat dihindarkan, selanjutnya menunjukkan jalan dan cara-cara mencapai tujuan.

Dengan demikian kita harus menyadari bahwa mengembangkan akal kepemimpinan merupakan unsur jiwa ketiga selain kesadaran dan kecerdasan. Oleh karena itu ketiga unsur jiwa itu, bertindak serentak dalam proses berpikir, saling mengisi dan saling membantu sehingga menyerupai tri-tunggal sebagai kecakapan jiwa yang didalam fungsi bertindak serentak.

SUBSISTEM SUMBER DAYA MANUSIA

Strategi sdm

Pada manajemen strategi SDM lebih menekankan hal-hal yang berkaitan dengan kemampuan untuk menerjemahkan strategi usaha / bisnis kedalam pengelolaan strategi sumber daya manusia yang dapat dilaksanakan dimasa depan melalui langkah-langkah :

Pertama, adanya kemampuan bisnis untuk dapat mengadaptasi terhadap perubahan karena jangka waktu dari konsepsi terhadap pelaksanaannya bergerak cepat.

Kedua, bisnis dapat lebih baik memenuhi permintaan para pelanggan karena mampu menerapkan strategi melayani para pelanggan yang telah diterjemahkan kedalam praktek dan kebijaksanaan yang bersifat khusus.

Ketiga, bisnis mampu mencapai kinerja keuangan melalui pelaksanaan strategi yang lebih efektif.

Infrastruktur

Pada manajemen infrastruktur organisasi menekankan kemampuan dalam hal membangun infrastruktur sumber daya manusia yang profesional dan efektif sehingga seluruh proses yang berkaitan seperti penempatan, pelatihan, penilaian, promosi dan sebagainya dalam pengelolaan alur kepegawaian dalam organisasi berjalan sebagaimana mestinya.

Dengan sumber daya manusia yang profesional diharapkan mampu meletakan keahlian administratif yang efesien dengan dua cara yaitu pertama mereka meyakini efesiensi dalam proses sumber daya manusia, kedua memberikan penghargaan kepada para manajer yang mampu meningkatkan produktivitas.

Untuk menjadi keahlian administratif dimana sumber daya yang profesional membutuhkan pelaksanaan dari aktivitas yang berkelanjutan dan terarah dengan melaksanakan rekayasa dari proses pekerjaan.

Konstribusi karyawan

Pada manajemen konstribusi karyawan akan menekan ha-hal yang berkaitan dengan meningkatkan komitmen dan kompetensi karyawan. Langkah tersebut mendorong kekuatan dalam konstribusinya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan peran yang dibebankan kepadanya sehingga memberikan motivasi kedalam komitmennya dan menjadi karyawan yang profesional.

Jadi aktivitas utama dalam manajemen konstribusi karyawan adalah mendengar, merespon dan menemukan cara-cara dengan melengkapi karyawan dengan sumber daya yang diperlukan dalam memenuhi perubahan yang diminta.

Transformasi dan perubahan

Pada manajemen transformasi dan perubahan diharapkan dengan sumber daya manusia yang profesional dapat memberikan penambahan nilai yang berkaitan dengan kemampuan mengelola transformasi dan perubahan.

Aplikasinya dengan menciptakan hal-hal yang berkaitan dengan pembaharuan organisasi melalui adanya agen perubahan. Melalui agen perubahan diharapkan mampu menidentifikasi dan menemukan masalah yang dihadapi kedalam kelompok strategis, pokok dan insidentil, membangun hubungan kepercayaan, memecahkan masalah dan menciptakan dan menyusun rencana tindakan.

SUBSISTEM PENGETAHUAN

Akuasisi

Pada akuisisi yang dimasudkan disini adalah hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas mengumpulkan dan menambahkan yang ada atas data dan informasi yang diperoleh dari dalam dan atau luar organisasi.

Menciptakan

Pada kreasi yang dimaksudkan disini adalah pengetahuan baru yang diciptakan melalui sejumlah proses yang berbeda tingkatan dari inovasi terhadap penelitian yang telita dan eloborasi. Hal tersebut dapat juga melalui kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru dan kombinasi dari unsur-unsur pengetahuan yang diketahui melalui kompleksitas induksi yang beralasan.

Menyimpan

Pada penyimpanan yang dimaksudkan disini adalah merujuk kepada pengkodean dan preservasi dari nilai pengetahuan yang terorganisir sehinga memberikan kemudahan untuk mengakses oleh anggota staff pada setiap waktu dan dari setiap tempat.

Analisis dan kumpulan data

Pada analisis dan kumpulan data yang dimaksudkan disini adalah mencakup teknik-teknik baik menganalisa data maupun rekonstruksi, validasi dan menyimpan sumber-sumber kritis. Disamping itu organisasi pmemungkin mendapatkan kemba-li data yang tersedia.

Mengirim dan disminasi

Pada pengiriman dan disminasi yang dimaksud disini adalah secara mekanis, elektronik dan antar individu dimana terjadi pergerakan informasi dan pengetahuan baik berintensitas maupun tidak melalui organisasi.

Aplikasi dan validasi

Pada aplikasi dan validasi yang dimaksudkan disini adalah meliputi pemakaian dan penilaian oleh para anggota organisasi. Disini meliputi pengulangan secara berkelanjutan dan pemakaian kreativitas dari pengalaman dan pengetahuan yang tersdia dalam organisasi.

SUSBSISTEM PERUBAHAN

Budaya

Pada lapisan budaya merupakan aspek yang paling sulit untuk melakukan perubahan karena menyangkut sikap dan perilaku baik sebagai individu maupun dalam kelompok karena akan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan norma, nilai, wewenang dan ganjar.

Infrastruktur

Pada lapisan infrastruktur merupakan aspek perubahan yang dapat dipredeksi yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi operasional oleh sikap dan perilaku individu dan kelompok seperti halnya dengan struktur penghargaan, sistem evaluasi dan penilaian, metoda manajemen.

Teknis

Pada struktur teknis merupakan aspek yang lebih nyata dan mudah untuk dilakukan perubahan atasnya, oleh karena itu diperlukan suatu pemikiran yang ebih difokuskan yang terkait dengan struktur proses, struktur teknologi dan struktur organisasi

SUB SISTEM TEKNOLOGI

Mengelola pengetahuan

Pada mengelola pengetahuan dimaksudkan disini adalah hal-hal yang berkaitan dengan mengelola sumber pengetahuan sebagai aset intelektual yang sangat berharga dengan memanfaatkan komputerisasi untuk menyaring, mengintergrasi-kan, membagikan dan dapat diakses offline.

Sisfo manajemen

Pada sisfo (sistem informasi) manajemen dimaksudkan disini adalah suatu sistem yang dirancang secara menyeluruh dengan menggabungkan sub-sistem yang penerapannya layak dan efektif untuk memecahkan hal-hal yang terkait dalam persfektif, posisi dan performance secara terpadu dengan “data base berbasiskan Web dan non Web”. Jadi pada sisitem-sistem informasi manajemen disini sifatnya fungsional yang mencakup fungsi akuntansi, keuangan produksi/operasi, pemasaran, sumber daya manusia

Teknologi web

Pada teknologi web dimaksudkan disini adalah sistem informasi dan komunikasi hypertext, yang sangat populer di pakai di jaringan internet dengan komunikasi data yang sesuai dengan model client / server. Web client (browser) dapat mengakses multiprotokol dan informasi hypermedia dengan menggunakan alamat-alamat.

Aplikasi internet

Pada aplikasi internet (internasional network ) dimaksudkan disini adalah merupakan suatu jaringan komunikasi tanpa batas yang melibatkan jutaan komputer pribadi yang tersebar di seluruh dunia. Dengan menggunakan protokol Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP / IP) dan didukung media komunikasi.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.