Feeds:
Posts
Comments

SIBUK DAN DUIT

MENGGAPAI KEBAHAGIAN

DENGAN

KEKUATAN SIBUK DAN DUIT

OLEH

ABDUL TALIB RACHMAN

KATA PENGANTAR

Insipirasi tulisan ini dituangkan sejalan dari hasil pertemuan dengan teman-teman sejawat di Misjid Agung Bandung sehingga melahirkan suatu pemikiran yang saya tuangkan dengan judul “Menggapai Kebahagian Dengan Kekuatan Sibuk dan Duit” artinya untuk mencapai wujud dalam usaha menemukan jati diri sebagai kekuatan melawan hawa nafsu dari segala sudut yang dapat mempengaruhi kekuatan pikiran yang menjerat kedalam pemikiran maksiat dalam hubungan dengan Allah dan pemikiran negatif dalam hubungan dengan manusia.

Dengan mengungkapkan kata SIBUK dan DUIT sebagai suatu pandangan dengan pendekatan pemikiran yang bertolak dari hati berarti kebiasaan mengungkapkan pikiran dengan menghayati arti dirumuskan dari proses berpikir yang tidak disadari karena tidak memanfaatkan Otak dan Hati sebagai suatu kebiasaan berpikir dalam bersikap dan berperilaku yang terpola.

Sejalan dengan pikiran diatas maka dari sudut pandang dengan berpikir yang tidak disadari, maka disitulah terletak kekuatan kebiasaan yang ditopang oleh keinginan atas niat yang benar dan mewujudkan dengan pengalaman sebagai pengetahuan dan secara teratur mendalami ilmu dari informasi.

Demikianlah tulisan ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang tertarik untuk mendalaminya serta meluangkan waktu untuk memberi kritik apa-apa yang kami utarak dalam tulisan ini yang didorong hasil tatap muka dengan teman sejawat di Misjid Agung Bandung.

Bandung, 9 Juni 2015.

Abdul Talib Rachman.

1.PENDAHLUAN

Kata SIBUK adalah kata yang dikaitkan dengan kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan atau dilakukan oleh kelompok. Sibuk juga dikaitkan dengan perjalanan waktu. Jadi sibuk dan waktu ibarat mata uang yang mempunyai dua sisi dan oleh karena itu memberikan satu kekuatan penggerak dari pikiran karena setiap apapun yang kita kerjakan adalah dari hasil pikiran.

Sejalan dengan pikiran diatas, maka dengan menggerakkan kekuatan pikiran dengan penghayatan yaitu menggerakkan kekuatan hati dengan berpikir yang tidak disadari akan memberi manfaat yang lebih besar dalam menemukan jati diri sebagai makhluk yang mulia dari ciptaan Allah Swt.

Dengan demikian untuk mengungkit daya ingat dari pikiran sebagai kekuatan untuk menghayatinya, maka kita dapat mengungkapkan dari sisi menguraikan dari setiap unsur kata dalam SIBUK menjadi kalimat yang bermakna yaitu apa yang kita sebut dalam ungkapan dibawah ini.

Dengan demikian apa-apa yang kita utarakan diatas adalah tonggak untuk menumbuh kembangkan ungkapan kata SIBUK menjadi satu kekuatan dalam kebiasaan sebagai sikap dan perilaku yang terpola.

S menjadi SABAR
I menjadi IKHLAS
B menjadi BERSYUKUR
Umenjadi UMUR
K menjadi KEBENARAN

Bertitik tolak dari unsur kata yang diungkapkan diatas diharapkan menjadi pendorong dalam kehidupan dalam rangka mencari jati diri untuk menggapai kebahagian di sisi Allah Swt. Dengan pikiran itu diharapkan dapat tumbuh berkembang sejalan dengan umur yang dianugerahi oleh kehendak Tuhan karena keajaiban RUH (rahasia umur hidup) dalam diri manusia berada di tangan Tuhan.

Yang menjadi persoalan dalam kehidupan kita bahwa ungkapan kata SIBUK diatas mampu menumbuh kembangkan sebagai penuntun hidup kedalam SABAR, IKHLAS, BERSYUKUR, UMUR, KEBENARAN, bila kita mampu untuk mewujudkan sebagai tuntunan hidup kedalam pengungkit daya ingat, dengan demikian menjadi pendorong untuk mendalami apa yang disebut dengan :
1. Selalu takut kepada Tuhan waktu sendiri atau didepan umum.
2. Berlaku adil waktu sedang marah ataupun keadaan tenang
3. Cermat dalam keadaan miskin maupun kaya
4. Menghubungi yang memutuskan persausadaraan
5. Memberi kepada orang yang tidak suka member
6. Memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya kita
7. Waktu diam hendaklah dipergunakan untuk berpikir
8. Bila berbicara hendaklah berisi berupa nasehat
9. Apa yang dilihat hendaklah dijadikan contoh dan pelajaran
10.Mengenangkan kebaikan orang dan melupakan kesalahan orang lain.
Dengan mendalami 10 hal-hal yang terungkap diatas dalam usaha mewujudkan SIBUK menjadi satu kekuatan dalam sikap dan perilaku yang terpola, maka manfaatkan kekuatan berpikir untuk menggali potensi hidup yang mencakup apa yang disebut dengan :
1. Untuk pendengaranmu
2. Untuk pandanganmu
3. Untuk hatimu
4. Untuk lisanmu
5. Untuk kemaluanmu
6. Untuk tanganmu
7. Untuk kakimu
8. Unt uk perutmu
9. Untuk akal / pikiranmu
10.Untuk nafsumu
Dengan memperhatikan hal-hal yang kita utarakan diatas, maka dari untaian makna SIBUK dari unsur kata kedalam kata yang bermakna ini menjadi penuntun jalan hidup dirumuskan menjadi SIBUK adalah seberapa jauh setiap manusia mampu mewujudkan SABAR dalam bertingkah laku agar mamu segala perbuatan dijalankan secara IKHLAS dengan begitu manusia manyadari untuk selalu BERSYUKUR atas anugerah yang diberikan sepanjang UMUR ada di dunia dalam rangka berpikir untuk mewujudkan KEBENARAN yang diperintahkan oleh Allah.
Untuk menumbuh kembangkan kebiasaan dengan sikap dan perilaku yang terpola perlu untuk dipikirkan dorongan yang kuat dari apa yang dipikirkan apa yang disebut dengan ungkapan kata DUIT yang dirumuskan dari unsur kata menjadi kata dalam kalimat yang bermakna yang kita sebut dengan :
D menjadi DOA
U menjadi USAHA
I menjadi IBADAH
T menjadi TAWAKAL.
Dengan merumuskan kata DUIT menjadi kalimat yang bermakna Sebagai suatu ungkapan adalah setiap langkah yang dibuat oleh manusia sebagai hasil pikiran dengan kekuatan DOA untuk bertindak sebagai langkah USAHA agar mampu menggerakkan yang disebut dengan IBADAH agar secara berkesinambungan menuntun kedalam kegiatan TAWAKAL
Bertolak dari rumusan ungkapan kata SIBUK dan DUIT yang diutarakan diatas, maka uraian lebih lanjut seperti dibawah ini :

2. SABAR
Sejenak bila kita renungkan makna SABAR adalah gerakan jiwa yang memberikan cahaya yang bersih kedalam hati sehingga menjadi penggerak yang berbuah sangat berharga dari keterbebasan manusia dari hawa nafsu artinya kesadaran, kecerdasan dan akal menuntun manusia dalam bersikap dan berperilaku yang sejalan dengan kekuatan pikiran dalam usaha mewujudkan ketaatan dalam hubungan dengan Tuhan disatu sisi dan disisi lain kemampuan dalam hubungan manusia dalam pikiran yang positip.
Dengan demikian bila wujud sabar dapat menjadi daya dorong manusia untuk menemukan jati diri yang sebenarnya, maka disitu pula terletak adanya kekuatan mengetuk dinding jiwa dalam rangka usaha-usaha mewujudkan apa yang disebut dengan kebersihan ruhani, kelurusan aqidah, kelembutan rasa, menjadi satu kekuatan untuk menghancurkan pikiran yang bersifat maksiat dan negatip.
Berdasarkan pikiran-pikiran yang telah kita utarakan diatas, maka seharusnya setiap manusia sebagai makhluk yang paling mulia di mata Allah Swt., maka sesungguhnya Allah telah menjadikan SABAR bagaikan kuda yang tidak pernah jatuh terperosok.
Oleh karena itu, SABAR dalam mencapai keberhasilan sama halnya dengan kepala bagi sesosok tubuh. Jadi sabar adalah jalan menuju kepada keberhasilan dan kebahagian sehingga sabar adalah suatu keutamaan yang diperlukan oleh manusia baik dalam urusan agama maupun duniawinya.
Dengan memperhatikan hal-hal yang telah kita ungkapkan diatas, maka makna SABAR dapt pula dirumuskan sebagai berikut : SABAR adalah bertahan dalam mengerjakan esuatu yang diperintahkan oleh Allah dan menahan diri ddari mengerjakan sesuatu yang dilarang oleh-NYA.
Allah Swt. telah menjadikan pahala yang besar bagi orang yang bersabar karena mengharapkan ridha-NYA. Allah pun memberikan imbalan kepada ahli surge dengan berbagai kesenangan karena mereka telah bersabar demi meraih ridha Allah.
Sejalan dengan uraia diatas, maka kita dapat membedakan makna SABAR kedalam tiga hal dengan apa yang disebut :
1) Sabar dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah
2) Sabar dalam menjauhi kdurhakaan
3) Sabar terhadap taqdir yang menyakitkan.
Selanjut untuk mendalami makna SABAR yang telah kita utarakan diatas, maka renungkan kembali apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat diantaranya dibawah ini :
QS.2 : 153” Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
QS. 3 : 17” (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
QS. 4 : 19” Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
QS. 6 : 34” Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.
QS. 8 : 65” Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.
QS. 11 : 11” kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
QS. 12 : 90” Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”. Mereka berkata: “Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab: “Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami”. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik”.
QS. 13 : 22” Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
QS. 16 : 42” (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.
QS. 18 : 28” Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
QS. 20 : 130” Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.
QS. 23 : 25” Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu.”
QS. 25 : 20” Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat. Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat.
QS. 28 : 54” Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
Dengan mendalami hal-hal yang terungkap dalam surat2 dan ayat diatas akan dapat membuka kekuatan pikiran dalam rangka memanfaatkan kebiaaan pikiran untuk menuntun jalan hidup ini kejalan yang penuh tantangan agar secara bertahap mampu mewujudkan makna SABAR dalam perjalan hidup abadi.
Sejalan dengan apa yang kita pikirkan diatas, renungkan pula makna ungkapan-ungkapan seperti yang tersebut dibawah ini :
Sabar dalam mencari ridla Allah:
QS. 13 : 22” Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), 23” (yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; -24” (sambil mengucapkan): “Salamun `alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
Sabar dan shalat sebagai sarana mohon pertolongan Allah :
QS. 2 : 45” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,, -153” Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Sabar dan shalat dirasakan amat berat kecuali bagi yang khusyuk : QS. 2 : 45” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,
Sabar dan takwa : QS. 3 : 186” Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Sabar dan tawakal 29 : 58” Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, -59” (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.
Bersabar : QS. 7 : 87” Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
QS. 8 : 46” Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Bersabar dan pemaaf lebih baik dari membalas :
QS.42 ; 39” Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri.
Sabar dalam kesempitan:
QS.2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Jadikan sabar dan shalat sebagai penolong :
QS. 2 : 45” Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,
Orang yang sabar apabila mendapat cobaan :
QS. 2 : 156” (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”
Pahala untuk orang sabar :
QS. 2 : 157” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Tuhan akan mencoba kesabaran manusia:
QS. 2 : 155” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,

3. IKHLAS
Ikhlas memang merupakan amalan hati yang paling utama, paling penting, paling tinggi dan paling pokok. Ikhlas merupakan hakikat agama dan kunci dakwah, oleh karena itu renungkan ungkapan syair berupa “Wahai nafsu, ikhlaskanlah niatmu agar terlepas dari belenggu kemalasan”
Sejalan dengan pikiran diatas, maka untuk mendalaminya renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini untuk mendalami kembali makna IKHLAS tersebut seperti dibawah ini :
QS.4 : 125” Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.
QS.5 : 85” Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya).
QS. 9 : 91” Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
QS. 10 : 105” dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.
QS.22 : 31” dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
QS. 66 : 8” Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Perintah menyembah Allah dengan penuh ikhlas :
QS. 7 : 29” Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri) mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta`atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya)”.
QS. 39 : 2” Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya.
Ikhlas dalam ber infak:
QS. 75 : 8” dan apabila bulan telah hilang cahayanya, -9” dan matahari dan bulan dikumpulkan,
QS. 92 : 18” yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya, -19” padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu ni’mat kepadanya yang harus dibalasnya, -20” tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
Mohon dapat ikhlas dalam beribadah :
QS. 17 : 80” Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong

4. BERSYUKUR
Bersyukur adalah ungkapan jiwa dan hati yang sebaik-baiknya kehidupan bagi orang-orang yang berbahagia. Dengan begitu tidaklah mereka menaik tangga kedudukan yang tertinggi, melainkan berkat syukur mereka. Ingatlah kekuatan keyakinan yang kita sebut IMAN terdiri dari dua bagian yaitu bersyukur dan bersabar artinya keharusan bagi orang yang mengharapkan kebaikan bagi dirinya serta mengutamakan keselamatan dan kebahagiannya.
Sejalan apa yang kita utarakan diatas, maka untuk mendalami-nya renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat2 dan ayat dibawah ini :
QS. 2 : 52 “Kemudian sesudah itu Kami ma`afkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur.
QS. 2 : 152”Karena itu, ingatlah kamu kepada-KU niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepada-KU dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)KU
QS. 4 : 147”Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
QS. 5 : 6” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
QS. 7 : 10” Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur. Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.
QS. 8 : 26” Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
QS. 10 : 22” Dialah Tuhan yang menjadikan Kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo`a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta`Dialah Tuhan yang menjadikan Kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdo`a kepada Allah dengan mengikhlaskan keta`atan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): “Sesungguhnya jika engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah kami akan
Allah menambah nikmat kepada orang bersyukur :
QS. 14 : 7” Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Allah mengetahui orang yang bersykur :
QS. 6 : 53” Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”
Kebanyakan manusia tidak bersyukur:
QS. 2 : 243” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
QS. 7 : 17” kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).
Alasan kewajiban bersykur :
QS. 56 : 63” Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? -64” Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya? -65” Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang. -66” (Sambil berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian, -67” bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”-68” Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. -69” Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? -70” Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? -71” Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu). -72” Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?-73” Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
Mukmin yang bersyukur tidak akan diazab :
QS. 4 : 147” Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.
Dengan mendalami makna dan ungkapan yang diutarakan diatas, maka BERSYUKUR kepada Allah mempunyai beberapa kedudukan yang besar dalam agama seperti yang diungkapkan dibawah ini :
1. Allah telah menggandengkan perintah mengingatNYA dengan perintah bersyukur kepada-Nya, yang keduanya mengingatkan kepada nikmat penciptaan. QS. 2 : 152” Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.

2. Allah menggandengkan sebutan syukur dengan iman dan bahwa Allah tidak punya tujuan mengadzab makluk-Nya apabila mereka telah mengatakan “Kami telah beriman
QS. 4 : 147” Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

3. Hanya orang-orang yang suka bersyukurlah dari kalangan hamba-hamba-NYA yang menghargai karunia Allah kepada mereka QS. 6 : 53” Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?”

4. Manusia itu ada yang bersyukur dan ada yang ingkar. Yang paling dibenci oleh Allah ialah sikap ingkar dan yang paling disukai oleh Allah ialah sikap bersyukur QS. 76 : 3” Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

5. Allah menguji hamba-hamba-NYA siapakah diantara mereka yang banyak bersyukur kepada-NYA. QS.27 : 40” Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni`mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

6. Allah menjanjikan akan menambah nikmat-NYA bagi orang-orang yang bersyukur QS. 14 : 7” Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

7. Allah meridhai amalan orang-orang yang bersyukur dan meridhai sikap bersyukur. QS. 39 : 7” Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu.”
Allah membandingkan antara syukur dan kufur QS. 3 : 144” Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

8. Allah menggantungkan pertambahan nikmat-NYA pada sikap bersyukur QS. 9 : 28” Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana

9. Allah memberitakan bahwa sesungguhnya iblis mempunya banyak tujuan antara lain mencegah hamba-hamba Allah untuk bersyukur kepada-NYA QS. 7 : 17” kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at).

10. Allah menggambarkan bahwa orang-orang yang bersyukur di antara hamba-hamba-NYA adalah golongan minoritas QS. 34 : 13” Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

11. Allah telah memuji mula-mula rasul yang diutus-NYA ke bumi karena sikapnya yang selalu bersyukur kepada-NYA yaitu NUH. Untuk itu Allah berfirman QS. 17 : 3” (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.

12. Allah memberitakan bahwa sesungguhnya yang mau beribadah kepada-NYA adalah orang yang besyukur kepada-NYA dan bahwa orang yang tidak mau bersyukur kepada-NYA bukan termasuk orang-orang yang menyembah-NYA. QS.2 : 172” Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.

13. Allah memerintahkan kepada hamba-NYA, Musa agar menerima anugerah kenabian, kerasulan dan tugas yang dibebankan padanya dengan sikap bersyukur QS. 7 : 144” Allah berfirman: “Hai Musa sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur”.

14. Mula-mula perintah yang dipesankan kepada manusia sesudah berakal ialah bersyukur kepada Allah dan kepada kedua orang tuanya. QS. 31 : 14” Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

15. Allah memberitakan bahwa ridha-NYA terletak pada sikap bersyukur kepada-NYA QS. 39 : 7” Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu.

16. Allah menceritakan perihal kesayangan-NYA Ibrahim bahwa dia adalah orang yang selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah diberikan kepadanya. QS. 16 : 120” Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),-121” (lagi) yang mensyukuri ni`mat-ni`mat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.

17. Tujuan penciptaan makhluk ialah agar mereka bersykur kepada-NYA sebagaimana disebutkan dalam QS. 16 : 78” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”

5. UMUR
Membicarakan masalah UMUR terkait dengan hal-hal yang terkait dengan Identitas dan Siklus Hidup Manusia, sehingga kita mengenal lingkaran kehdupan yang menunjukkan identitas manusia, apa yang disebut dengan 1) Masa kanak-kanak dan mutualitas pengakuan ; 2) Masa kanak-kanak awal dan keinginan menjadi diri sendiri ; 3) Masa kanak-kanak dan antisipasi peran ; 4) Usia sekolah dan identitas tugas ; 5) Masa remaja 6) Diluar identitas.
Siklus hidup manusia tumbuh dan berkembang sejalan dengan teori evolusi, sebaliknya manusia diungkap dalam Al Qur’an, oleh karena itu renungkan makna umur seperti yang terungkap dalam surat2 dan ayat dibawah ini :
Makna umur QS. 6 : 60” Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.
QS.10 : 11” Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.
QS. 15 : 72” (Allah berfirman): “Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)”.
QS. 21 : 44” Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?
QS. 28 : 23” Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab: “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya”.
QS. 35 : 37” Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
QS. 46 : 15” Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo`a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Manusia berumur panjang / pendek sudah ditetapkan Tuhan :
QS.35 : 11” Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
Pada umur panjang manusia kembali lemah :
QS. 16 : 70” Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.
QS.36 : 68” Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan? Dan barang siapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?
Nabi Musa mendapat lmu dan hikmah setelah cukup umur :
QS.28 : 14” Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Isteri Nabi Ibrahim melahirkan anak pada umur tua :
QS. 15 : 54” Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”
Nabi Zakaria dikarunia anakumur tua:
QS. 19 : 8” Zakariya berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua”.
6. KEBENARAN
Berpikir dimaksudkan untuk “mengetahui sesuatu yang belum diketahui”. Sesuatu yang belum diketahui adalah apa yang disebut dengan KEBENARAN. Jadi untuk mencapai kebenaran inilah manusia berpikir.
Kemudian timbul masalah ; kebenaran apa yang ingin dicapai manusia dengan berpikir itu ? Memang manusia berpikir karena ingin tahu, akan tetapi tidak asal tahu saja. Ia ingin tahu yang benar ( Pengetahuan yang benar. Apabila pikiran diterima sebagai yang mengetahui kebenaran, bagaimana pikiran mengetahuinya?
Oleh karena itu, sejalan apa yang kita pikirkan diatas, maka perlu kita mengungkapkan hal-hal yang terungkap dalam Al Qur’an seperti dalam surat dan ayat dibawah ini :
Makna kebenaran QS. 2 : 22” Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
QS. 3 : 17”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta`at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
QS. 4 : 9” Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
QS. 5 : 53” Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.
QS. 6 : 30” Dan seandainya kamu melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhannya (tentulah kamu melihat peristiwa yang mengharukan). Berfirman Allah: “Bukankah (kebangkitan) ini benar?” Mereka menjawab: “Sungguh benar, demi Tuhan kami”. Berfirman Allah: “Karena itu rasakanlah azab ini, disebabkan kamu mengingkari (nya)”.
QS. 7 : 33” Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”.
QS. 10 : 4” Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.
Kebenaran selalu menang QS. 34 : 49” Katakanlah: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi”.
Keharusan menjaga kebenaran QS. 4 : 105” Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,
Qur’an membenarkan kitab yang sebelumnya QS. 3 : 3” Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.
QS. 10 : 37” Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
QS. 12 : 111” Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
Kebenaran itu bersumber dari Allah QS. 2 : 147” Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
QS. 3 : 60” (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
QS. 10 : 94” Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu.
QS. 28 : 75” Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.
Mencampu-aduk kebenaran dan kebhatilan QS. 2 : 42” Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.
QS. 3 : 71” Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui?
Perintah menegakkan kebenaran QS. 5 : 8” Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Yang tidak mampu mendengar kebenaran QS. 11 : 20”
Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat (nya).
Orang yang benar (ucapan dan perbuatannya QS.33 : 35” Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
Perintah beada di tengah orang yang benar QS. 9 : 119” Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.
Urain uraian selanjutnya menguraikan kata DUIT, seperti yang terungkap dibawah ini.
7. DOA
Doa itu adalah suatu ibadah dan otak ibadah dan oleh karena itu maka doa adalah senjata orang beriman. Lebih lanjut makna doa dapat kita pahami dengan mengungkap surat2 dan ayat yang tertuang dalam Al Qur’an seperti dibawah ini :
QS. 2 : 286” Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
QS. 3 : 8” (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
QS. 4 : 2” Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.
QS. 5 : 114” Isa putera Maryam berdo`a: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang Paling Utama”.
QS. 8 : 29” Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
QS. 9 : 99” Dan di antara orang-orang Arab Badwi itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh do`a Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS.10:10” Do`a mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma”, dan salam penghormatan mereka ialah: “Salam”. Dan penutup do`a mereka ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil `aalamin.”
QS. 11 : 61” Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya).”
QS. 12 : 34” Maka Tuhannya memperkenankan do`a Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS. 13 : 14” Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
QS. 21 : 88” Maka Kami telah memperkenankan do`anya dan menyelamatkannya daripada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.
QS. 26 : 72” Berkata Ibrahim: “Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?,
Lebih lanjut perhatikan pula ungkapan doa seperti dibawah ini :
Doa adam dan hawa: QS. 7 : 23” Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
Doa agar tidak berbalik setelah dapat bimbingan QS. 3 : 8 “(Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
Berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat :
QS. 2 : 201” Dan di antara mereka ada orang yang berdo`a: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.
QS. 7 : 156” Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”.
Doa berlindung dari apa neraka QS. 3 : 191” (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
Doa berlindung dari kaum yang memeras QS. 4 : 75” Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.
Doa berlindung dari perbuatan murik QS. 14 : 35” Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala., 36” Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Doa berlindung dari perbuatan sihir QS. 113 : 1” Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,, 2” dari kejahatan makhluk-Nya,, 3” dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,, 4” dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,,
Doa bertambah ilmu QS. 20 : 114” Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
Doa bimbingan yang lurus QS. 1 : 6” Tunjukilah kami jalan yang lurus,
QS. 18 : 10” (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo`a: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”.
Cara berdoa QS. 7 : 55 “Berdo`alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.; 56” Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo`alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Hanya Allah yang mengabulkan doa : QS.13 : 14” Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
Doa minta dikarunia anak shalih :
QS.3 : 38” Di sanalah Zakariya mendo`a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do`a”.
QS. 19 : 6” yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya`qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.
QS.21 : 89” Dan (ingatlah kisah) Zakariya, tatkala ia menyeru Tuhannya: “Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.
QS. 25 : 74” Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
QS. 37 : 100” “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
Doa minta ibu / bapak di karunia Tuhan : QS. 17 : 24 “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Doa mohon ampun beserta bapak / ibu di hari hisab :
QS.14 : 41Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.
Doa mohon dimasukkan ke surge QS. 40 : 8” ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga `Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
QS. 66 : 11” Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim”,
Doa mohon diselamatkan dari siksa neraka :
QR. 3 : 191(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka., 192” Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.,193” Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.
QS. 7 : 47” Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
QS. 25 : 65” Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”., 66” Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
Dengan mendalami hal-hal yang telah kita utarakan diatas, maka kita pahami bahwa yang terkait dengan makna DOA menjadi satu kekuatan dalam pikiran ini bahwa :
• Doa adalah senjata orang beriman
• Doa itu dapat menangkis ketetapan Allah artinya barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya berarti telah dibukakan pula untuknya pintu rahmat.
• Berdoa / memohon hanya kepada Allah.
• Larangan berdoa kepada selain Allah
• Di antara waktu-waktu doa yang makbul
• Misjid merupakan salah satu tempat doa yang makbul.
• Adab / tatacara berdoa yang baik
• Tawasul / wasilah doa yang diperboleh dalam Islam hanya dengan Asmaul Husna, dengan keimanan dan amala sholihnya sendiri, atau dengan doa orang sholih yang masih hidup.
• Larangan berdoa sesuatu yang tidak tahu hekikatnya atau doa tentang kejahatan.

8. USAHA
Segala usaha dalam melaksanakan perjalanan hidup ini ditentukan oleh pikiran anda sendiri, oleh karena itu renungkan segala ungkapan seperti yang disebut dibawah ini.
Usaha manusia berbeda-beda QS. 92 : 4” sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.
Usaha kearah kehidupan duniawi QS. 17 : 18” Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
QS. 42 : 20” Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
Usaha kearah kehidupan ukhrawi QS. 17 : 19” Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.
Setiap usaha (amal) pasti dibalas QS. 3 : 162” Apakah orang yang mengikuti keridhaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahannam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
QS. 14 : 51” agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.
QS. 45 : 22” Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan. Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
Akibat buruk yang menimpa manusia karena usahanya:
QS. 39 : 5” Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Allah membalasi usaha orang yang sungguh mengharapkan
menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.
Anggota badan menjadi saksi atas apa yang diusahakannya di dunia : QS. 36 : 65” Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Sesuatu yang diusahakan akan mendapat balasan QS. 2 : 110” Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
Tak seorang pun tahu dengan pasti apa usahana besok :
Qs. 31 : 34” Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Sejalan dengan ungkapan-ungkapan diatas, mengingatkan kita bahwa sesungguhnya aku berjalan sesuai dengan cirri-ciri khas diriku , sebagaimana kereta berjalan di atas relnya, ketika aku keluar dari garis-garisnya, maka aku pun segera berhenti, oleh karena itu jadilah diri sendiri.
9.IBADAH
Ibadah adalah perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA.
Sejalan dengan pikiran diatas, maka untuk mendalami secara mendalam sebaiknya renungkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat untuk lebih pemahaman yang mendalam seperti yang disebutkan dibawah ini :
Makna ibadah QS. 2 : 128” Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
QS. 5 : 2” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
QS. 6 : 162” Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,
QS. 9 : 112” Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku`, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma`ruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mu’min itu.
QS. 13 : 14” Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) do`a yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan do`a (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
QS. 17 : 79” Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.
QS. 25 : 77” Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)”.
QS. 29 : 45” Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. 40 : 14” Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai (nya).
QS. 66 : 5” Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri-isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang ta`at, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
QS. 72 : 19” Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.
QS. 73 : 8” Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
Dengan mendalami seluruh surat dan ayat yang diungkapkan diatas akan berarti memberikan daya ingat kedalam kebiasaan anda berpikir, sehingga ingatlah ungkapan seperti “Duduklah kamu dengan orang yang dengat melihatnya mengingatkan kamu kepada Allah dengan orang yang dengan perkataannya menambahkan amalannya menggemarkan kamu kepada akhirat” dengan demikian ingatlah pula apa yang doiungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :
Beribadah : QS. 2 : 157” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. 19 : 65” Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?
QS. 21 : 52” (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?”
Q. 22 : 26” Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku` dan sujud.
QS. 25 : 77” Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)”.
QS. 39 : 9” (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Dengan mendalami ungkapan-ungkapan diatas seperti yang termuat dalam surat2 dan ayat diatas, maka memberikan satu kekuatan kedalam pikiran agar setiap saat kita dapat membaca diri kita sendiri dan sejalan dengan renungkan ungkapan kalimat seperti dalam surat dan ayat dibawah ini :
Beribah dengan penuh keikhlasan QS. 39 : 2” Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya.
Kewajiban melakukan ibadah kepada Allah QS. 40 : 14”
Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Qur’an) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya.
Pokok-pokok ibadah QS. 2 : 177” Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
Rumah pertama yang dibangun untuk ibadah QS. 3 : 96” Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Tak ada tolaransi dalam peribadahan dan keimanan :
QS. 109: 1” Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, -2” aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. -3” Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. -4” Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. -5” Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.-6” Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”.
Ibadah yang baik hanya pada Tuhan QS. 2 : 172” Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.
QS. 6 : 161” Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”.

10.TAWAKAL
Tawakal adalah berserah kepada kehendak Allah ; percaya dengan sepenuh hati kepada Allah. Sejalan dengan pikiran itu, maka untuk mendalaminya renungkan apa-apa yang diungkap dalam surat dan ayat dibawah ini :
Makna tawakal QS. 8 : 49” (Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mu’min) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang tawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
QS. 10 : 85” Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim,
QS. 11 : 56” Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” -,88” Syu`aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.
QS. 14 : 12” Mengapa Kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu berserah diri”.
QS. 7 : 89” Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami daripadanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki (nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.
Bertolak dari ungkapan surat dan ayat diatas berarti memberikan satu kekuatan yang mendalam dalam pikiran yang menjadi penntun sikap dan perilaku terpola.
Sejalan dari pemahaman diatas, maka renungkan pula ungkapan-ungkapan yang tertuang dibawah ini :
Allah menyukai orang yang bertawakal kepada-NYA :
QS. 3 : 159” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Orang beriman diperintah bertawakal kepada Allah ‘ :
QS. 3 : 159” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya., 160” Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.
QS. 4 : 81” Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “(Kewajiban kami hanyalah) ta`at”. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakkallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
QS. 5 : 23” Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi ni`mat atas keduanya: “Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman”., 57” Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
QS. 8 : 2” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal,,- 61” Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
QS. 9 : 51” Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal.”
QS. 11 : 123” Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.
QS. 13 : 30” Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.Demikianlah, Kami telah mengutus kamu pada suatu umat yang sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (Al Qur’an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Katakanlah: “Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat”.
QS. 14 : 11” Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal.
QS. 16 : 99” Sesungguhnya syaitan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.
QS. 27 : 9” (Allah berfirman): “Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
Orang sabar hanya kepada Allah mereka bertawakal :
QS. 16 : 42” (yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.
Pahala untuk orang yang sabar dan tawakal kepada Allah
QS. 29 : 58” Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,,- 59” (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.
Sabar dan tawakal kepada Allah pangkal kemenangan:
QS. 3 : 122” ketika dua golongan daripadamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah karena Allah saja orang-orang mu’min bertawakkal.

Ya’qub menyuruh anaknya bertawakal kepada Allah:
QS. 12 : 67” Dan Ya`qub berkata: “Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain; namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun daripada (takdir) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri”.
Bertolak dari apa-apa yang diuraikan diatas, member satu kekuatan kedalam daya ingat bahwa :
• Bertawakal hanya kepada Allah.
• Bertawakal sebagai tanda orang yang beriman.
• Bertawakal disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh.
• Bertawakal cukuplah Allah sebagai pemelihara
• Bertawakal kepada Allah memohon pertolongan-NYA.
• Bertawakallah, Allah akan mencukupkan keperluan.
• Bertawakal seperti burung artinya keluar pagi dengan perut kosong dan kembali senja hari dngan kenyang.
• Bertawakal jika hendak keluar rumah.
• Berdoa tentang tawakal.

11.P E N U T U P
Menggapai kebahagian bertitik tolak dari kekuatan kepercayaan (Islam) dan keyakinan (Iman) maka disiti terletak pintu untuk mencapai dan oleh karena maka renungkanlah ungkapan bahwa “Bertambah luas akal, bertambah luas hati, bertambah luas hidup, bertambah datangnya bahagia. Bertambah sempit pula hidupnya dan bertambah datangnya celaka”.

Oleh karena itu ingatlah bahwa barang siapa mencintai sesuatu ia akan diperbudak oleh yang dicintainya itu. Orang sufi menganggap cinta dunia itu pokok segala kejahatan.
Dengan demikian ingatlah bahwa ala mini lahariahnya berupa tipuan sementara batiniahnya berupa pelajaran (Diri) nafsu melihat kepada lahariahnya yang menipu, sementara kalbu melihat kepada batinnya yang menjadi pelajaran.

Jadi jangan tertipu pada yang tampak. Apa yang tampak tidak selalu seperti yang sejatinya. Kenalilah tabiat dunia dengan hatimu, wilayah kesadaranmu. Dengan begitu engkau akan selalu menemukan makna, sebab dan pesan di balik semua peristiwa. Jangan sandarkan penglihatanmu pada nafsu, wilayah kecenderunganmu.

Sejalan dengan apa-apa yang kita pikirkan diatas, maka renungkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah, yang akan dapat menuntun anda dalam memahami dunia seperti :

QS. 11 : 105” Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka
ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

QS. 13 : 29” Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

Dengan mendalami apa yang terungkap dari surat dan ayat diatas, maka Menggapai Kebahagian Dengan kekuatan Sibuk dan Duit dalam pandangan dari unsur kata menjadi kata yang dirumuskan kedalam kalimat-kalimat yang bermakna menjadi satu kekuatan pikiran maka Bagi orang yang bekerja tak ada hari yang panjang. Bekerja itu adalah satu obat yang menyehatkan jiwa. Hasil pekerjaan itu lebih baik dari perkataan yang bagus.

Oleh karena itu, renungkanlah bahwa “Mengubah Takdir Mengubah Nasib” bergatung pada daya kemampuan yang kuat dari kebiasaan berpikir, kemauan, dan bekerja adalah alat untuk melaksanakan cita-cita yang kita sebut “Menggapai Kebahagian”

Dengan mengungkapkan pandangan seperti apa yang kita rumuskan dibawah ini :

Dengan demikian apa-apa yang kita utarakan diatas adalah tonggak untuk menumbuh kembangkan ungkapan kata SIBUK menjadi satu kekuatan dalam kebiasaan sebagai sikap dan perilaku yang terpola, diuraikan sebagai berikut :

S menjadi SABAR
I menjadi IKHLAS
B menjadi BERSYUKUR
Umenjadi UMUR
K menjadi KEBENARAN
SIBUK adalah seberapa jauh setiap manusia mampu mewujudkan SABAR dalam bertingkah laku agar mamu segala perbuatan dijalankan secara IKHLAS dengan begitu manusia manyadari untuk selalu BERSYUKUR atas anugerah yang diberikan sepanjang UMUR ada di dunia dalam rangka berpikir untuk mewujudkan KEBENARAN yang diperintahkan oleh Allah.
Untuk menumbuh kembangkan kebiasaan dengan sikap dan perilaku yang terpola perlu untuk dipikirkan dorongan yang kuat dari apa yang dipikirkan apa yang disebut dengan ungkapan kata DUIT yang dirumuskan dari unsur kata menjadi kata dalam kalimat yang bermakna yang kita sebut dengan :

D menjadi DOA
U menjadi USAHA
I menjadi IBADAH
T menjadi TAWAKAL.

Dengan merumuskan kata DUIT menjadi kalimat yang bermakna Sebagai suatu ungkapan adalah setiap langkah yang dibuat oleh manusia sebagai hasil pikiran dengan kekuatan DOA untuk bertindak sebagai langkah USAHA agar mampu menggerakkan yang disebut dengan IBADAH agar secara berkesinambungan menuntun kedalam kegiatan TAWAKAL
Bertolak dari pandangan ungkatan kata diatas, maka pikirkan apa-apa yang terungkap dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai satu kekuatan untuk mengungkit daya ingat agar kita mampu melaksanakan apa-apa yang kita cita-cita dalam rangka untuk membaca DIRIMU dan sekaligus temukan TAKDIRMU, dengan begitu ada daya doron yang kuat untuk kita mampu mewujudkan cita-cita dengan mendalami ungkapan dibawah ini:

Kebahagian yang dinikmati dalam surga QS. 43 : 68” “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati. – 69” (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.-.70” Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.” -71” Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.” -72” Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” – 73” Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.

Menunggu hari bahagia di akhirat : QS. 44 : 59” Maka tunggulah; sesungguhnya mereka itu menunggu (pula).

Dengan mendalami makna yang terkandung dalam surat dan ayat tersebut diatas, maka ada satu kekuatan berpikir untuk menggapai kebahagian itu dengan butir-butir kemuliaan dari setiap unsur kata dalam SIBUK dan DUIT akan memberikan pencerahan kedalam apa yang disebut dengan “AMALAN HATI” yang berarti aku akan menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan, karena Tuhan mendampingi aku.

Jadi berterimakasihlah selalu kepada Tuhan, jauh di dalam hati kemurahan-NYA terdapat karunia yang besar. Dengan pikiran tersebut maka Tuhan selalu menemanimu, dalam situasi apapun.
Oleh karena itu, tingkatkan pengetahuan tentang diri, pengetahuan tentang Tuhan, pengetahuan tentang dunia ini dan pengetahuan tentang akhirat.

ENTREPRENEUR MENDALAMI FAKTOR KUNCI ORGANISASI DALAM STRATEGI DAUR HIDUP ORGANISASI

PENDAHULUAN

Organisasi sebagai alat dalam arti abstrak untuk merealisir, apa yang menjadi keputusan starategik yang ditetapkan, maka mau tidak harus mengikuti atas perubahan lingkungan yang digerakkan oleh kekuatan kepemimpinan untuk hidup dan bertahan dalam abad 21, oleh karena itu, organisasi sebagai alat  dimanifestasikan terutama dalam hubungan dua faktor yang disebut dengan fleksibilitas disatu sisi dan disisi lain adalah dapat tidaknya dikontrol.

Hal itu laksana perbedaan antara seorang bayi dan orang yang lebih tua. Bayi itu sangat fleksibel dan dapat memasukkan jari kakinya kedalam mulutnya, namun gerakan-gerakan dan perilakunya agak sulit dikontrol. Dengan meningkatnya usia kita akhirnya seseorang yang lebih tua juga akan kehilangan sifatnya yang dapat dikontrol.

Jadi ukuran dan waktu bukanlah penyebab pertumbuhan dan menjadi tua seolah-olah perusahaan yang besar dengan tradisi yang lama disebut tua, sedangkan perusahaan yang kecil tanpa tradisi disebut muda. Muda berarti organisasi itu dapat berubah dengan relative mudah, tua berarti adanya perilaku yang dikontrol namun tidak fleksibel.

Oleh karena itu, suatu organisasi dalam abad 21, haruslah dibangun sebagai organisasi yang memiliki sifat fleksibel dan mudah dikontrol, maka organisasi itu tidaklah terlalu muda atau terlalu tua, tahap ini dinamakan PRIMA dalam daur hidup organisasi. Organisasi dalam keadaan PRIMA, benar-benar diperlengkapi untuk menerima dan menanggapi perubahan yang cepat didalam pasar, teknologi, kompetisi dan kebutuhan pelanggan.

Bertolak dari pemikiran bahwa kunci organisasi yang mampu mendukung daur hidup organisasi kedalam posisi PRIMA yang mampu diremajakan secara berkelanjutan terletak pada faktor fleksibilitas dan kontrol, oleh karena itu pemilihan model struktur organisasi sangat menentukan.

Dalam pemilihan, walaupun suatu model struktur dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang telah dipahami, menyangkut hal-hal yang terkait dengan 1) pembagian tugas ; 2) pendelegasian wewenang ; 3) disiplin ; 4) kesatuan perintah ; 5) Kesatuan arah ; 6) Rentangan pengawasan ; 7) Koordinasi ; 8) Jenjang organisasi ; 9) Sentralisasi ; 10) Inisiatif ; 11) Budaya.

KEEFEKTIFAN DAN PENDEKATAN

Untuk menerapkan pokok pikiran yang diungkapkan diatas, maka dijelaskan secara singkat yang terkait dengan :

Keefektifan organisasi :

Tidak ada satu difinisipun yang dapat merumuskan untuk mengungkapkan yang dimaksud dengan keefektifan organisasi. Oleh karena itu dalam teori organisasi memberikan jawaban lain terhadap pertanyaan “apa yang membuat organisasi effektif ?” Jawabannya adalah struktur organisasi yang tepat dimana didalamnya termasuk bahwa cara kita menempatkan orang serta pekerjaannya dan menetapkan peran serta hubungan mereka.

Bertolak dari pikiran diatas, maka keefektifan organisasi akan didukung oleh kekuatan kebiasaan pikiran yang terkait dengan 1) Organisasi digerakkan oleh manusia dalam melaksanakan pekerjaan sejalan dengan sasaran dan rencana ; 2) Bentuk mengikuti fungsi  ; 3) Keputusan dibuat dekat sumber informasi ; 4) Sistem penghargaan ; 5) Komunikasi horizontal dan vertical ; 6) Menghindari konflik individu dan atau kelompok ; 7) Membangun organisasi system terbuka ; 8) Organisasi berintraksi dengan lingkungan ; 9) Ada nilai kebersamaan yang didukung strategi manajemen ; 10) Kekuatan dalam umpan balik untuk individu dan kelompok sehingga mampu mendorong belajar.

Pendekatan organisasi :

Keyakinan bahwa keefektifan organisasi tidak dapat dirumuskan karena ada perbedaan pandangan, oleh karena itu, maka pemahamannya melalui suatu pendekatan yang sering diungkapkan dengan apa yang disebut :

1)      Pendekatan pencapaian tujuan, menyatakan bahwa keefektifan sebuah organisasi harus dinilai dengan pencapaian tujuan ketimbang caranya.

2)      Pendekatan sistim, bahwa organisasi terdiri sub bagian yang saling berhubungan, oleh karena itu dinilai berdasarkan kemampuannya untuk dan mempertahankan stabilitas dan keseimbangan.

3)      Pendekatan stakeholders, dikatakan efektif apabila dapat memenuhi bagi pemilik adalah laba atau investasi, pertumbuhan penghasilan ; pegawai adalah kompensasi, tnjangan tambahan, kepuasaan pada kondisi kerja ; pelanggan adalah kepuasan terhadap harga, kualitas, pelayanan ; kreditur adalah kemampuan untuk membayar hutang.

4)      Pendekatan nilai-nilai bersaing, bertitik tolak dengan assumsi terdapat apa yang disebut dengan fleksibilitas (mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ; perolehan sumber (mampu meningkatkan dukungan dari luar dan memperluas jumlah tenaga kerja) ; perencanaan (tujuan jelas dan dipahami dengan benar) ; produktifitas (volume keluaran tinggi, rasio keluaran terhadap masukan tinggi) ; Ketersediaan informasi (saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka) ; stabilitas (perasaan tenteram, kontinuitas, kegiatan berfungsi secara lancar) ; Tempat kerja yang kondusif (pegawai mempercayai, menghormati serta bekerja sama dengan yang lain) ; tenaga kerja terampil (pegawai memperoleh pelatihan, mempunyai keterampilan dan berkapasitas untuk melaksanakan pekerjaannya dengan baik)

ILMU ORGANISASI DAN FAKTOR PENENTU

Ilmu organisasi yang menjelaskan mengenai  organisasi yang mengungkapkan macam, bentuk dan tipe organisasi dapat anda pelajari dari beberapa penulis yang banyak dapat kita ketemukan dan dipergunakan sebagai informasi.

Dalam praktek yang perlu kita pahami adalah tiap teori dan dalam praktek tidak menjamin pilihan atas satu model yang tidak siap mengungkapkan dampak pengaruh perubahan yang rumit dan komplek sehingga prinsip-prinsip organisasi tidak dapat dijalankan secara konsisten karena ketidak mampuan memecahkan hal-hal yang terkait dengan kepentingan individu, kelompok dan organisasi.

Dalam praktek, menurut bentuk yang banyak diterapkan, apa yang disebut dengan 1) Organisasi staff ; 2) Organisasi garis ; 3) Organisasi fungsional ; 4) Organisasi staff dan garis ; 5) Organisasi garis dan fungsional ; 6) Organisasi fungsional dan staff ; 7) Organisasi garis, fungsional dan staff ; 8) Organisasi panitia.

Dari pengalaman juga memberikan gambaran bahwa bentuk organisasi tersebut diatas yang bersifat abstrak dan menjadi konkrit digerakkan oleh manusia tidak mampu menjamin dalam menyesuaikan dengan tuntutan perubahan.

Kekuatan kebiasaan pikiran dalam mendorong tuntutan perubahan akan sjalan dengan kemampuan untuk memahami atas dimensi sebagai komponen dari struktur organisasi yang dapat diibaratkan sebuah kursi yang berkaki tiga dimana tanpa satu kaki, maka ia tidak berfungsi. Dalam hal ini dipahami apa yang disebut dengan :

Pertama, disebut dengan Kompleksitas :

Merujuk kepada tingkat diferensiasi yang terdapat dalam organisasi, maka terdapat tiga bentuk dengan karekteristik, apa yang disebut dengan:

Pertama adalah Horizontal yang menunjukkan adanya diferensiasi dari unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang dilaksanakannya serta tingkat pendidikan dan pelatihannya ;

Kedua adalah Vertical, merujuk kepada kedalam organisasi, berarti menunjukkan banyak atau sedikitnya tingkatan, jumlah tingkatan ditentang olh rentang kendali ;

Ketiga adalah Spasial merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi berdasarkan geografis.

Kedua, disebut dengan Formalisasi :

Merujuk pada tingkat sejauh mana pekerjaan dalam organisasi distandarisasi dalam bentuk peraturan, proseur, instruksi dan komunikasi tertulis, itu berarti seluruh aktivitas dituangkan dalam manual organisasi administrasi seperti manual akuntansi, personalia,, pemasaran, pembelian.

Ketiga, disebut dengan Sentralisasi :

Sentralisasi dinyatakan sebagai tingkat sejah mana kekuasaan formal dapat membuat kebijaksanaan-kebijaksanaan dikonsentrasikan pada individu, unit atau suatu tingkat.

Tingkat kontrol yang dipunyai seseorang dalam seluruh proses keputusan melalui langkah-langkah sebagai brikut 1) Mengumpul informasi sebagai dasar pengambilan keutusan ; 2) Memproses dan menginterprestasikan informasi sebagai dasar saran yang akan disampaikan ; 3) Membuat pilihan mengenai apa yang hendak dilakukan ; 4) Memberikan wewenang kepada orang lain mengenai apa yang hendak dilaksanakan ; 5) Melaksanakannya.

Bila tingkat kontrol dapat dilakukan dengan cermat, maka kemungkinan proses pengambilan keputusan akan disentralisasikan. Ini berarti memberikan tanggapan yang cepat terhadap informasi yang baru, masukan yang lebih banyak, memotivasi para manajer untuk terlibat dalam pengambilan kputusan.

Oleh karena itu, kebutuhan organisasi yang mampu membangun satu kekuatan yang mendorong daya kemauan setiap pemain dalam semua peran agar mampu memupuk kebiasaan kekuatan pikiran kedalam kebiasaan yang produktif, sehingga setiap pemain peran akan selalu siap menghadapi dari setiap perubahan.

Jadi pada organisasi dalam skala kecil, menengah dan besar haruslah bermula dengan satu pemikiran dengan melihat masa lalu, masa kini dan juga dengan suatu pemikiran jauh melihat kedepan bahwa pemilihan yang terkait dengan macam, bentuk dan tipe organisasi menjadi suatu keputusan yang bersifat strategik, sehingga perlu mendalami hal-hal penentu yang terkait dalam membangun struktur yang bersifat fleksibel dan mudah dikontrol yaitu yang terkait dengan apa yang disebut strategi, besaran organisasi, teknologi, lingkungan dan pengendalian kekuasaan.

Strategi :

Menentukan struktur bertitik tolak dari keputusan strategic dan oleh karena itu ia merupakan determine yang dominant karena ia memberikan gambaran persfektif dengan arah jangka panjang dan memberikan arah posisi kedalam jangka menengah.

Besaran organisasi :

Besaran organisasi merujuk kepada variable dan jumlah total pegawai, karena manusia serta intrasaksinyalah yang terstruktur sehingga mereka harus dihubungkan dengan struktur.

Teknologi :

Tekologi merujuk kepada informasi, peralatan, teknik dan proses yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran.

Lingkungan :

Ketidakpastian lingkungan yang dihadapi oleh berbagai macam organisasi, maka rancangan structural dapat dipergunakan sebagai alat dalam menghadapi tantangan atas lingkungan.

Pengendalian kekuasaan :

Bahwa sebuah struktur organisasi kapanpun adalah merupakan hasil pilihan oleh mereka yang memiliki kekuasaan sampai tingkat maksimum tertentu akan berusaha mempertahankan dan meningkatkan control mereka.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan pemikiran diatas, diperlukan pemikiran sebagai langkah penggerak dari kekuatan kebiasaan pikiran bahwa apa yang diungkapkan dibawah ini merupakan pemikiran dalam merancang suatu struktur formal sebagai langkah-langkah dalam menggerakkan kekuatan pikiran sebagai pendorong sebagai berikut :

  • Pondasi meletakkan bagaimana fungsi-fungsi organisasi :

1)     Pondasi dalam meletakkan bagaimana fungsi-fungsi organisasi. Dalam hal ini yang perlu mendapatkan perhatian mengenai mekanisme koordinasi yang disebut dengan mutual adjustment, direct supervision, standardization of work processes, standardization of outputs, standardization of skills.

2)     Merumuskan bagian-bagian dasar dalam organisasi kedalam apa yang disebut the operating core (para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar yang berhungan dengan produki dari produk dan jasa), the strategic apex (manajer tingkat puncak, yang diberi tanggung jawab keseluruhan untuk organisasi itu), the technostructure (para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi), the support staff (orang-orang yang mengisi unit staf yang memberikan jasa pendukung tidak langsung kepada organisasi)

3)     Merumuskan organisasi sebagai suatu sistem alur, apa yang disebut dengan organisasi sebagai suatu sistim kekuasaan formal, organisasi sebagai sistim alur pengaturan, organisasi sebagai suatu sistim komunikasi informal, organisasi sebagai suatu sistim konstilasi kerja, organisasi sebagai sistim adhoc proses keputusan.

  • Analisis terhadap rancangan parameter :

Suatu rancangan structural dimulai untuk menanggapi issu-issu dasar yang berkaitan seperti pertanyaan 1) Berapa banyak tugas-tugas seharusnya dimasukkan pada posisi dalam organisasi dan bagaimana spesialisasi pada tiap tugas diadakan ? ; 2) Seberapa luas makna kerja pada tiap posisi distandarisasi ? ; 3) Keterampilan dan pengetahuan apa yang seharusnya diperlukan pada tiap posisi ? ; 4) Atas dasar apa seharusnya posisi-posisi dikelompokkan kedalam unit  dan unit-unit kedalam unit yang lebih besar ? ; 5) Seberapa besar seharusnya keberadaan tiap unit, berapa banyak individual seharusnya melapor kepada manajer yang ditetapkan ? 6) Mekanisme apa seharusnya didirikan untuk menghubungkan penyesuaian kebersamaan diantara posisi-posisi dan unut-unit ? 7) Seberapa jauh kekuasaan pembuatan keputusan seharusnya dideligasikan kepada unit-unit lini manajer kebawah rantai kewibawaan ? 8) Seberapa jauh kekuasaan keputusan seharusnya melewati dari manajer lini kepada spesialis staff dan operator ?

Dengan mendalami issu-issu tersebut, maka rncangan struktur dapat disusun kedalam pengelompokan sebagai berikut :

Kelompok :                             Parameter dsain :                                             Keterkaitan konsep :

Disain posisi                            1. Spesialisasi pekerjaan                                        Dasar divisi tenaga kerja

2. Formalisasi perilaku                                          Standarisasi isi kerja

3. Pelatihan dan indoktrinasi                               Sistim pengaturan alur2

Standarisasi keterampilan

Disain superstruktur           4. Pengelompokan unit                                           Supervisi langsung

Divisi adm. Tenaga kerja

Sistim2 dari  formal, pengaturan alur,

komunikasi informal, dan

konstilasi kerja,  Organigram.

5. Ukuran unit                                                             Sistim dari komunikasi informal.

Supervisi langsun Rentang kendali.

Disain keterkaitan-

Keterkaitan lateral               6. Sistim2 perencanaan                                            Standarisasi output

Dan control                                                               Sistim pengaturan alur2

7. Laisen device                                                             Penyesuaian kebersamaan

Sistim kom. Informal Konstilasi kerja, dan

Adhoc proses keputusan

Disain sistim                          8. Desentralisasi vertical                                           Divisi adm. Tenaga kerja

Sistim2 dari kekuasaan

Formal, pengaturan alur2

Dan adhoc pros.keput.

9. Desentralisasi horizt.                                            Divisi adm tenaga kerja

Sama dg diatas. …

  • Analisis faktor-faktor kontengensi :

Struktur organisasi yang effektif akan menunjukkan hubungan antara struktur dengan prestasi berdasarkan hasil studi-studi yang menyimpulkan dalam dua hiphotesa yaitu pertama hiphotesa keharmonisan artinya struktur yang effektif memecahkan suatu hubungan yang baik antara faktor-faktor kontingensi dan rancangan parameter-parameter atau dengan kata lain keberhasilan mendasain organisasi dimana strukturnya sesuai dengan situasinya. Kedua apa yang disebut dengan hiphotesa konfigurasi  artinya struktur yang effektif memerlukan konsisten internal diantara rancangan parametr-parameter.

Alur dari situasi ke struktur dan dari faktor kontengensi ke rancangan parameter, maka dismpulkan variable-variabel independent, intermediate dan dependent dengan ulasan sebagai berikut :

Independent (contingency) variables mencakup :

1) Pengaruh umur dan ukuran kedalam apa yang disebut dengan hiphotesa pertama organisasi yang lebih tua, lebih diformalisasikan perilakunya ; kedua struktur merefleksi umur yang melahirkan industri ; ketiga organisasi yang iversifikasi, kecenderungan tugasnya, lebih diferensiasi unit-unitnya dan lebih dikembangkan komponen administrasinya ; keempat, organisasi lebih besar, lebih besar size rata-rata unitnya ; kelimaorganisasi yang lebih besar, lebih diformulasikan perilakunya.

2) Sistem teknis bahwa teknologi merupakan faktor yang besar pengaruhnya dalam merancang struktur organisasi. Teknologi merujuk kepada informasi, peralatan, teknik dan proses yang dibutuhkan untuk mengubah masukan menjadi keluaran.

3) Lingkungan, yang dimaksudkan disini adalah segala sesuatu yang berada di luar organisasi bisa berbentuk barang-barang, kondisi-kondisi atau pengaruh-pengaruh. Dimensi lingkungan dapat menunjukkan dari keadaan stabil menjadi dinamik, dari sederhana menjadi komplek, dari intergrasi menjadi diversifikasi, dari bersama menjadi berlawanan. Lebih lanjut dapat dilukiskan bahwa pertama, lebih dinamik lingkungan, lebih organic struktur ; kedua, lingkungan yang lebih komplek struktur lebih disentralisasi ; ketiga, organisasi pasar yang lebih diversifikasi, kecenderungan lebih besar dan ekstrim dalam lingkungannya mendorong tiap organisasi menjadi sentralisasi strukturnya sementara ; kelima,disparitas dalam lingkungan endorong organisasi menjadi disentralisasi secara seelektif menjadi konstilasi kerja yang diverensiasi.

Jadi terdapat empat dasar lingkungan yang berhubungan dengan organisasi akan menggambarkan bahwa 1) Komplek dan stabil menggambarkan disentralis birokratik (standarisasi keterampilan) ; 2) Komplek dan dinamik menggambarkan disentralis organic (penyesuaian bersama) ; 3) Sederhana dan stabil menggambarkan sentral birokratik (standarisasi proses kerja) ; 4) Sederhana dan dinaik menggambarkan sentral organic (supervise langsung).

4)     Kekuasaan, dalam hal ini dasar pemikiran bahwa merancang struktur harus memperhatikan kekuasan kedalam pikiran sebagai penggerak dengan dasar pemikiran :

Pertama, control eksternal yang lebih besar dari organisasi, strukturnya lebih sentralisasi dan diformulasikan. Sejalan dengan itu akan terdapat dampak bahwa disatu sisi akan menunjukkan keterakitan antara keputusan yang diambil oleh pimpinan puncak dengan tindakannya dan disisi lain menekankan kejelasan perumusan standard mengenai hal tersebut (keputusan dan tindakan) ;

Kedua, kekuasaan memerlukan dari para anggota menciptakan struktur sentralisasi yang tidak berlebihan. Sejalan dengan itu kepada anggota untuk menjaga agar kekuasaan sejalan dengan tindakan yang harus dapat dipertanggung jawabkannya.

Ketiga, struktur yang dapat dipertanggung jawabkan pada suatu ketika kadang-kadang menunjukkan keadaan yang tidak memuaskan artinya suatu struktur bisa saja diterima  oleh satu pihak dan belum tentu bisa diterima oleh pihak lainnya.

  • Konfigurasi Struktural :

Dengan memperhatikan fungsi-fungsi organisasi, analisis disain parameter-parameter analisis faktor –faktor kontigensi, maka konfigurasi structural yang pada umumnya dan banyak digunakan, apa yang disebut dengan 1) Struktural sderhana ; 2) Birokrasi mesin ; 3) Birokrasi professional ; 4) Struktural divisional ; 5) Adhocracy.

Struktur Sederhana :

Struktur ini dipergunakan pada permulaan dimana organisasi masih kecil, berada pada lingkungan yang sederhana dan dinamis sehingga dapat dikatakan memasuki tahap prmulaan perkembangan dan biasanya pemilik atau pendiri ingin agar kekuasaan masih disentralisasi sehingga seluruh kekuasaan dalam pengambilan keputusan atas seluruh tindakan berada dalam tangannya.

Birokrasi Mesin :

Ini menunjukkan organisasi menjadi besar tapi dengan lingkungan yang sederhana dan stabil sehingga memperlihatkan teknologi yang terdiri atas pekerjaan yang rutin dan distandarisasi, maka tidak heran peraturan yang sangat diformalisasi, tugas dikelompokkan ke dalam departemen-departemen fungsional, wewenang yang disntralisasi, pengambilan keputusan yang mengkuti rantai komando dan sebuah struktur administrasi yang rumit dengan perbedaan tajam antara aktivitas lini dan staf.

Birokrasi Profesional :

Birokrasi professional merupakan suatu truktur yang memberikan kesempatan dalam organisasi untuk memanfaatkan tenaga pesialis yang sangat terlatih bagi operating core-nya agar dapat meningkatkan effesiensi dan standarisasi dengan desentralisasi. Jadi model ini sebenarnya merupakan birokrasi mesin untuk organisasi dengan ukuran besar, lingkungan yan stabil dan komplek dan teknologi rutin yang diinternalkan lewat profesionalisme.

Struktural Divisional :

Pada dasarnya banyak kesamaannya dengan birokrasi mesin, dimana struktur dengan strateginya yang menekankan pada keanekaragaman dari produk dan pasar sehingga divisi-divisi tersebut cenderung untuk diorganisasi k dalam kelompok fungsional dengan pembagian kerja  yang tinggi, formalisasi yang tinggi dan wewenang yang disentralisasikan pada manajer divisi. Jadi divisionalisasi hanya mungkin jika sistim teknis dari organisasi dapat dipisahkan secara effesien kedalam segmen-segmen yang terpisah dengan lingkungan tidak komplek dan tidak dinamis.

Adhocracy :

Struktur ini bercirikan diferensiasi horizontal yang tinggi, diferensiasi vertical yang rendah, formalisasi yang rendah, desentralisasi, fleksibilitas dan daya tanggap yang tinggi. Pilihan ini dipilih bila manajemen menyadari bahwa strategi yang beraneka ragam, atau berisiko tinggi atau teknologi itu tidak rutin dan lingkungannya dinamis serta komplek. Struktur ini lebih menekankan dalam proses pengambilan keputusan yang didesentralisasi sehingga bergantung pada tim yang terdri dari para professional.

Dapat disimpulkan perbedaan diantaranya dengan memperhatikan disain parameter-parameter dan faktor kontengensi seprti yang diperlihatkan dibawah ini :

Konfigurasi                               Mekanisme                         Bagian dasar                                Bentuk dari

Structural                              koordinasi utama                  organisasi                                  disentralisasi

Struktur                                          Supervisi langsung                  Strategik apex                              Sent. Vert & Horz.

sederha

Birokrasi mesin                            Stand.proses kerja             Technostructure                              Des. Hori.terbatas

Birok.profes.                                   Standarisasi dari                 Operating core                                 Des.Vert & Horiz

Keterampilan

Divisionalisme                                Standarisasi dari                   Midle line                                         Des. Vert.terbatas

Output

Adhocrazy                                       Penyesuaian                              Support staff                                 Des. Selektif

bersama.

PILIHAN, KEPUTUSAN DAN MODEL

Dengan memperhatikan pokok-pokok pikiran yang telah kita ungkapkan pada bagian terdahulu, maka pilihan, keputusan dan model dari pemahaman model struktur formal yang ada (organisasi staff, garis, fungsional, staff dan garis, garis dan fungsional, fungsional dan staff,garis, fungsional dan staff, panitia)dan banyak diterapkan dalam praktek memperlihatkan gambaran keuntungan dan kelemahan dari masing-masing model struktur tersebut menjadi kekuatan untuk mendalami dan memanfaati atas pengembangan dari struktur addocracy yang dipahami, dihayati dan diamalkan menjadi suatu kenyataan yang jarang dimanfaatkan dalam praktek.

Sejalan dengan pemikiran diatas, maka kenyataan gambaran dari model struktur tersebut diterapkan tidak mampu mewujudkan kedalam kondisi yang disebut dengan fleksibilitas dan mudah di kontrol, oleh karna itu diperlukan pendalaman untuk merancang hubungan-hubungan yang bersifat lateral dengan kelengkapan alat-alat untuk menyelesaikan kontak-kontak penghubung diantara para individu, maka alat tersebut dapat dimasukkan kedalam struktur formal dengan penjelasan sebagai berikut :

Alat-alat tersebut dapat dibentuk apa yang dinamakan posisi-posisi penghubung, satuan tugas dan komite khusus, intergrasi para manajer dan struktur matrix.

Posisi-posisi penghubung :

Posisi ini tidak memiliki kekuasaan formal tetapi komunikasi yang dibentuknya dapat mempengaruhi atas unit satu ke unit lainnya sebagai media komunikasi sehingga perlu diperhitungkan keberadaan kekuatan informalnya, dan tidak jarang ia dapat melewati jalur vertical  dalam mempertemukan kepentingan antara dua unit. Posisi-posisi penghubung lainnya dapat pula terjadi bergabung dalam kelompok-kelompok staf dan lini yang ada dalam suatu struktur formal.

Satuan tugas dan komite khusus :

Satuan tugas dibentuk bukanlah bersifat permanen, ia terbentuk merupakan satuan yang bertugas untuk menghadapi suatu pekerjaan yang memerlukan penyelesaian mendesak, jadi sifatnya sementara pada struktur fungsional yang dipergunakan. Sebaliknya komite khusus menggambarkan pengelompokan interdepartemental yang sifatnya lebih permanen sebagai alat penghubung karena secara reguler pertemuan yang diadakan lebih menekankan diskusi yang menyangkut issu-issu kepentingan umum.

Intergrasi para manajer :

Terjadi bila banyak koordinasi berdasarkan penyesuaian kebersamaan, maka diperlukan apa yang disebut intergrasi para manajer sebagai alat penghubung dari bentuk yang sebelumnya telah diutrakan diatas. Walaupun kekuatan formal yang ada pada intergrasi para manajer sebagai alat penghubung dapat melewati mempengaruhi departemental yang berkaitan aspek proses keputusan tidaklah berarti ia memiliki suatu kekuasaan formal.

Melaksanakan pekerjaan dari intergrasi para manajer bukanlah sesuatu yang mudah, kesilitan yang utama menyangkut mempengaruhi perilaku individual adalah sesuatu yang tidak berlandaskan kepada kekuasaan formal karena itu, ia terlibat dalam proses keputusan tapi tidak dalam pngambilan keputusan itu sendiri.

Struktur-struktur matrix :

Interdepedensi merupakan faktor yang sangat sulit diselesaikan dari berbagai basis dasar dalam pengelompokan. Pemecahan masalah tersebut dapat ditempuh dengan konsep struktur yang berjenjang, konsep struktur staff dan lini dan terkait dengan konsep alat-alat penghubung. Diantara alat penghubung  yang telah diuraikan diatas, maka struktur matrix sebagai cara yang lebih mendekati cara untuk menyelesaikan dari alat-alat penghubung yang lainnya.

Struktur matrix merupakan pendekatan yang dapat menghilangkan apa yang disebut dengan prinsip dari kesatuan komando yaiyu dengan cara ini, maka masalah yang berkaitan dengan interdepedensi dapat diselesaikan dengan menciptakan apa yang disebut dengan keseimbangan kekuatan formal dimana melalui pembentukan struktur matrix yang dapat berbentuk permanen dan atau berbentuk yang bergerak.

Bentuk permanen bila tingkat interdepedensi kurang lebih stabil yang menunjukkan hasil dan apa yang dikerjakan unit dan orang yang berada didalamnya. Sedangkan bentuk yang bergerak dipergunakan untuk kerja proyek. Akhirnya bentuk struktur matrix, kelihatannya menjadi alat lebih efektif untuk pengembangan aktivitas-aktivitas baru dan untuk koordinasi yang komplek dengan tintingkat interdepedensi yang beragam.

PENUTUP

Faktor kunci organisasi dalam strategi daur hidup organisasi, bila dipandang dari sudut abstrak yang menggambarkan sebagai alat untuk mewujudkan keputusan strategik dan menjadi sesuatu yang konkrit dengan digerakkan oleh sumber daya manusia yang ada.

Pilihan dan keputusan yang harus mampu digerakkan oleh peran kepemimpinan adalah mendorong untuk meningkatkan daya kemauan agar mampu setiap pemain peran agar memiliki kemampuan untuk mengelola hal-hal yang terkait dengan apa yang disebut dengan :

1) perubahan lingkungan ;

2) perubahan organisasi ;

3) perubahan yang diakibatkan adanya konflik ;

4) perubahan budaya organisasi ;

5) perubahan dalam evaluasi organisasi.

Dengan meningkatkan kemampuan mengelola hal-hal yang disebut diatas berarti adanya daya kemauan peran kepemimpinan untuk mendorong dalam :

1) menghilhamkan kekuatan pikiran kedalam wawasan bersama ;

2) membentuk kebiasaan pikiran agar setiap pemain peran berani membuat keputusan bertindak ;

3)  menjadi penunjuk jalan ;

4) mendorong atas pemberdayaan kekuatan berpikir yang metodis dan non-metodis

Struktur organisasi  dalam posisi yang selalu prima dan berkelanjutan sebagai keputusan yang strategik yang mampu mengamalkan hal-hal yang disebut diatas kedalam model struktur yang mengkombinasikan struktur lini, fungsional dan matrik sebagai perluasan pemikiran dari struktur adhocracy seperti yang diperlihatkan dalam gambar dibawah ini.

PENDAHULUAN

Tulisan ini kami tujukan kepada pembaca dengan harapan menjadi inspirasi untuk memasuki dunia kewiraswastaan dalam mengadu nasib. Cobalah anda renungkan peribahasa sebagai pemicu dalam berpikir seperti “Adat muda menanggung rindu, adat tua menahan ragam” artinya anak muda hendaklah sabar merindukan sesuatu, orang tua hendaklah sabar menghadapi cobaan.

Dengan pikiran itu, mampukah anda merubah pola pikiran yang membuat hidup anda sejahtera, maka usahakan membangun kebiasaan yang produktif dengan senang membaca dalam menambah wawasan untuk memicu imajinasi anda. Membaca buku tulisan Robert T. Kiyosaki (Business School ; Rich Dad, Poor Dad ; Rich Kid Smart Kid ; The Cashflow Quadrant ; Why We Want You To Be Rich) dapat menjadi daya dorong anda memasuki kewirausahaan untuk memotivasi perubahan berpikir dalam perubahan sikap, untuk itu coba anda renungkan peribahasa “Kalau tidak ada berada, masakan tempua bersarang rendah” artinya kalau tidak ada sebabnya tentu takkan terjadi hal yang luar biasa.

Dengan ungkapan pemikiran diatas, kita berharap diantara anda selalu penuh dengan gagasan besar yang bila digabungkan dengan kekuatan sumber daya satu sama lain terjalin usaha kemiteraan dalam menantang gelombang perubahan untuk memanfaatkan makna “perang internet” Continue Reading »

MOBILE SKY NET

Mobile memberikan peluang dan tantangan bagi pelaku bisnis dan juga pengguna telekomunikasi, teknologi informasi ataupun juga konten. Layar Mobile Hand-Phone menjadi layar ketiga yang menjadi pusat perhatian dunia dalam perubahan penyampaian informasi dan sistem. Generasi pertama telah terjadi melalui layar televisi dan juga layar komputer sebagai generasi kedua. Kelebihan yang tidak dapat dipungkiri adalah Mobile Hand-Phone telah melampaui jumlah komputer sangat besar, dan yang lebih menarik adalah Mobile Hand-Phone selalu berada di tangan pemiliknya.

Perubahan akan terjadi sangat pesat melalui Mobile Hand-Phone, Mobile Skynet sebagai pendatang baru dalam solusi Mobile ini mengambil sebuah langkah strategis untuk memasuki pasar besar ini, yaitu dengan memasuki bidang Mobile Barcode sebagai langkah awal. Karena melalui Mobile Barcode akses informasi dan system akan lebih mudah diakses dibandingkan dengan menggunakan keypad, karena Mobile Hand-Phone saat ini hampir secara umum telah mempunyai kamera yang dapat dipergunakan untuk membaca dan mengenali kode.

Mobile Skynet mempunyai strategi bisnis yang komprehensif untuk mendukung rencana jangka pendek dan juga jangka panjangnya. Tiga strategi utama yang diterapkan secara sistematik yaitu:
• 1. pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan
• 2. kolaborasi dan jaringan kemitraan untuk memperluas pasar dan peluang bisnis mobile
• 3. riset dan pengembangan untuk meningkatkan mutu dan inovasi produk

PRODUK DAN JASA

Mobile web browsing akan menjadi platform Internet yang sangat dominan di masa depan. Perusahaan atau organisasi yang sangat dipengaruhi oleh pelanggan atau kustomer mempunyai Mobile Website menjadi satu keharusan.

Agar supaya Mobile website ini dapat berkerja dengan baik dalam Hand-Phone, situs harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh W3C untuk Mobile. Karena keterbatasan dari ukuran layar, situs yang telah ada sekarang perlu diubah ke dalam Mobile website yang lebih bersesuaian. Situs Internet saat ini dapat dilihat melalui PC atau notebook yang memang mempunyai ukuran layar yang cukup besar, dan juga kemampuan proses komputasi dan kecepatan yang lebih baik. Continue Reading »

PENDAHULUAN

Salah satu usaha membangun kehidupan berbangsa sangat pula ditentukan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan, oleh karena itu diperlukan usaha-usaha masyarakat yang secara sadar mampu mengubah sikap dan perilaku dalam proses apa yang kita sebut mengintergrasikan niat kepentingan kemiteraan sebagai salah satu mengangkat derajat manusia.

Kita menyadari sepenuhnya membangun suatu kebiasaan baru bukanlah sesuatu yang gampang untuk dilaksanakan, disitulah letak kunci bagaimana sebaiknya kita mengungkit kekuatan berpikir baik secara methodis (otak dan hati) maupun secara non-methodis (hati).

Continue Reading »

Jabar Craft Center

JABAR CRAFT CENTER (JCC)

GEDUNG JABAR CRAFT CENTER adalah Pusat Promosi dan Informasi produk-produk kerajinan Jawa Barat di Gedung JCC ini ditampilkan berbagai macam produk kerajinan hasil karya para perajin dan seniman yang berasal dari seluruh Kabupaten / Kota di Jawa Barat, serta produk yang dihasilkan oleh maestro Jawa Barat.

Continue Reading »

1
Continue Reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.